Kemenaker Ingatkan Nasib 5,3 Juta Pekerja Tergantung Industri Hasil Tembakau
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengingatkan bahwa setiap kebijakan yang menyangkut industri hasil tembakau (IHT) harus mempertimbangkan dampaknya terhadap tenaga kerja.
Sektor ini menjadi sumber penghidupan bagi jutaan orang yang terlibat dalam rantai usaha, mulai dari petani hingga pelaku distribusi dan perdagangan.
>>> Prabowo Ungkap Elite yang Tak Mau Diajak Kerja Sama Hambat Pembangunan
Ketua Tim Kerja Bidang Kelembagaan Hubungan Industrial Kemenaker, Meynar Kusumo, menyampaikan bahwa IHT merupakan industri padat karya yang penting dalam menyerap tenaga kerja nasional.
"Kami melihat industri hasil tembakau sebagai sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Ekosistemnya sangat luas, mencakup petani, pekerja pabrik, buruh linting, jaringan distribusi hingga sektor ritel," ujar Meynar dalam sebuah diskusi.
Jutaan Orang Bergantung pada Industri Tembakau
Data Kemenaker memperkirakan jumlah tenaga kerja yang bergantung pada IHT dari hulu ke hilir mencapai sekitar 5,3 juta orang.
Bahkan, sejumlah penelitian memperkirakan angkanya bisa mencapai 6 juta hingga 9 juta orang jika seluruh mata rantai usaha dihitung secara menyeluruh.
Meynar menilai besarnya jumlah tersebut menunjukkan bahwa kebijakan terkait IHT tidak bisa dilihat hanya dari aspek penerimaan negara atau kesehatan masyarakat.
"Jika berbicara enam juta orang, itu bukan jumlah yang kecil. Mendirikan satu pabrik dengan dua atau tiga ribu pekerja saja sudah dianggap besar.
>>> DJI Mic Mini 2S Resmi Meluncur 2 Juli dengan Rekaman Internal 24-bit/32-bit
Apalagi jika jutaan orang menggantungkan kehidupannya pada sektor ini," katanya.
Ia menilai pemerintah perlu memastikan kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih besar dibandingkan tujuan yang hendak dicapai.
Kontribusi terhadap Penerimaan Negara
Selain menyerap tenaga kerja, IHT juga berkontribusi besar terhadap kas negara.
Meynar menyebut penerimaan dari cukai hasil tembakau telah mencapai lebih dari Rp226 triliun atau sekitar 10 persen dari total penerimaan negara.
Di sisi lain, pasar domestik masih besar dengan jumlah konsumen rokok di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 70 juta orang.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah menjaga keseimbangan antara kepentingan kesehatan masyarakat, keberlangsungan usaha, penyerapan tenaga kerja, dan target pertumbuhan ekonomi.
"Pemerintah sedang mengejar target pertumbuhan ekonomi delapan persen. Untuk mencapainya dibutuhkan sinergi antara investasi, dunia usaha, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi.
>>> Diskon $100 untuk Xiaomi 17T Pro, Flagship Leica Kini $599
Semua saling berkaitan," ujarnya.
Update Terbaru
90+ Pinjol Legal OJK 2026 dengan Tenor Bulanan yang Aman dan Cepat Cair
Rabu / 01-07-2026, 09:50 WIB
Nekat! Windows 11 Berhasil Berjalan Stabil di PC Berusia Lebih Dari 20 Tahun
Rabu / 01-07-2026, 09:50 WIB
James Kennedy dari 'Vanderpump Rules' Bertunangan dengan Jordan Meyers
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mahfud MD: Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim Sudah Saya Duga
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mbappe Samai Messi, Prancis Melesat ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir, KNVB Tempuh Jalur Hukum Lawan Rasisme
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Amerika Enggan Cairkan Dana Beku Iran US$6 Miliar, Sebut Tak Sesuai Perjanjian
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Chris Brown Diperintahkan Bayar Rp13 Miliar Akibat Serangan Anjing
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Jadwal Baru Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia, Hydration Break Dihapus
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Prabowo Sematkan Tanda Kehormatan Samkaryanugara ke 2 Satker dan 10 Polda
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Pernikahan Taylor Swift di MSG: Biaya Polisi Capai Rp2,5 Miliar
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Hujan Lebat dan Badai Petir Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Piala Dunia 2026 Buktikan Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Buruh Tolak Kemasan Rokok Polos: Bukan Solusi Tapi Masalah Baru
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB






