5,9 Juta Anak di Indonesia Jadi Perokok, Kemenkes Temukan Bocah 4 Tahun Mulai Ngudut
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan data mengejutkan terkait kebiasaan merokok di kalangan anak-anak Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, jumlah perokok anak secara absolut mencapai sekitar 5,9 juta jiwa.
Yang lebih memprihatinkan, Kemenkes menemukan adanya perokok pemula yang baru berusia empat tahun. Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau Kemenkes, Benget Saragih, menyebut kondisi ini sangat mengkhawatirkan.
>>> vivo X Fold6 Resmi: Layar 120Hz, Kamera 200MP, Baterai 7000mAh
"Orang yang merokok belum tentu langsung sakit hari ini. Dampaknya baru terlihat 10 sampai 20 tahun ke depan.
Semakin muda seseorang mulai merokok, semakin sulit berhenti karena nikotin memengaruhi perkembangan otak," ujar Benget.
Pemerintah saat ini tengah menggodok aturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024. Aturan ini bertujuan melindungi anak-anak dari paparan produk tembakau.
Kemenkes menilai tingginya jumlah perokok usia muda menjadi alasan utama perlunya pengetatan kebijakan rokok.
Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah perokok terbesar di dunia, dan konsumsi rokok justru meningkat di tengah tren penurunan global.
>>> INDEF: Defisit Bijih Nikel Ancam Utilisasi Smelter Turun 30 Persen
Pengetatan Kemasan dan Iklan
Kemenkes menyoroti faktor kemasan produk, iklan, dan varian rasa yang dinilai menarik minat anak dan remaja untuk mencoba rokok.
Pemerintah mengusulkan penyeragaman warna kemasan agar peringatan kesehatan lebih efektif.
Benget menegaskan bahwa aturan yang disusun bukanlah kebijakan plain packaging atau kemasan polos. "Kami tidak menerapkan plain packaging.
Yang diatur hanya standar warna supaya peringatan kesehatannya lebih efektif. Merek dan logo tetap boleh digunakan," tegasnya.
Kemenkes memahami adanya perbedaan pandangan dengan sektor ekonomi. Namun, dari sisi kesehatan, pemerintah berkewajiban melindungi generasi muda dari dampak konsumsi rokok.
>>> Rupiah Melemah, Nasabah Kaya Mulai Alihkan Aset ke Dolar AS
"Kalaupun nanti ada perbedaan dengan kepentingan ekonomi, kami tetap harus menyuarakan perlindungan kesehatan anak," kata Benget.
Update Terbaru
Cara Cek Daftar Penerima Bantuan PKH, BPNT, PIP, dan KIP Kuliah Cair Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Pajak JHT 5 Persen Picu Penolakan Buruh, KSPSI Desak Pemerintah Cabut Kebijakan
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
MK Tolak Gugatan Mahasiswa, Pilkada Langsung Tetap Berlaku
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Taylor Sheridan Ungkap Alasan Tinggalkan Dunia Akting di Acara Howard Stern
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Pasangan Hollywood Hadapi Sorotan Publik Akibat Dugaan Keretakan Rumah Tangga
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Ian Poulter Incar Terobosan Major di U.S. Senior Open
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Dallas Jadi Tuan Rumah Konvensi Midterm Pertama Partai Republik pada September
Rabu / 01-07-2026, 07:42 WIB
Trump Umumkan Konvensi Nasional Partai Republik Pertama di Tengah Periode
Rabu / 01-07-2026, 07:42 WIB
Blake Griffin Ungkap Psikolog Olahraga Khianati Kepercayaannya
Rabu / 01-07-2026, 07:42 WIB
Travis Kelce Terlihat Lari Pagi Jelang Pernikahan dengan Taylor Swift
Rabu / 01-07-2026, 07:42 WIB
Polisi West Fargo Peringatkan Warga soal Penipuan Pintu ke Pintu Pasca Badai
Rabu / 01-07-2026, 07:40 WIB
Bintang 'Young and the Restless' Colleen Zenk Ditangkap karena DUI
Rabu / 01-07-2026, 07:40 WIB
Pria Bernama 'Santa Claus' Ditangkap karena Diduga Hendak Bertemu Remaja untuk Berhubungan Seks
Rabu / 01-07-2026, 07:40 WIB
Mantan Bintang 'Bachelorette' DeAnna Pappas Menang Gugatan Uang dari Mantan Suami
Rabu / 01-07-2026, 07:36 WIB






