Transportasi Publik: Lebih dari Sekadar Angkutan, Ini Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Dua jam yang berhasil dihemat setiap hari bukan hanya berarti pulang lebih cepat, tetapi juga dapat digunakan untuk bekerja lebih produktif, mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, atau sekadar beristirahat.
Dalam konteks ekonomi perkotaan, efisiensi waktu bertransformasi menjadi peningkatan produktivitas.
Karena itu, pembangunan transportasi publik tidak semata-mata tentang perpindahan orang, melainkan tentang bagaimana sebuah kota mengelola produktivitas warganya.
Menghemat Lebih Banyak daripada yang Disadari
Masih banyak masyarakat yang menganggap kendaraan pribadi lebih ekonomis dibanding transportasi publik. Padahal jika dihitung secara menyeluruh, biaya penggunaan kendaraan pribadi jauh lebih besar.
Selama ini pengguna kendaraan hanya menghitung bahan bakar, padahal ada biaya parkir, tol, servis, suku cadang, asuransi, hingga depresiasi.
Menurut Wijayanto, pengguna transportasi publik di Jabodetabek rata-rata mengalokasikan 8%-15% pendapatannya untuk transportasi, sementara pengguna motor menghabiskan 10%-20%, dan pengguna mobil hingga 15%-30%.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa transportasi publik bukan hanya lebih efisien bagi kota, tetapi juga lebih hemat bagi rumah tangga.
Ketika biaya transportasi ditekan, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk pendidikan, kesehatan, tabungan, atau konsumsi yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menciptakan Pusat Ekonomi Baru
Dampak transportasi publik tidak berhenti pada efisiensi biaya dan waktu. Di berbagai kota dunia, jaringan transportasi massal terbukti mampu mengubah pola pertumbuhan ekonomi kawasan.
>>> Luhut Soroti Efisiensi MBG: Kenapa Harus Sekaligus, Bisa Bertahap
Fenomena serupa mulai terlihat di Jakarta.
Kawasan yang terhubung dengan MRT seperti Blok M, Fatmawati, dan Cipete berkembang menjadi ruang ekonomi yang lebih hidup.
Restoran, kafe, toko ritel, hingga UMKM tumbuh mengikuti arus manusia setiap hari.
Menurut Wijayanto, titik transit transportasi publik pada dasarnya merupakan simpul ekonomi. Semakin banyak orang berkumpul dan berpindah, semakin besar peluang transaksi yang tercipta.
Update Terbaru
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






