Biaya dan Minimnya Dorongan Pasar Jadi Kendala UMKM Urus Sertifikasi Halal
Sertifikasi halal masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Meski pemerintah menggencarkan program sertifikasi halal, banyak pelaku usaha belum menjadikannya prioritas.
Sekretaris Jenderal AKUMINDO Edy Misero menilai biaya dan rendahnya dorongan pasar menjadi kendala utama.
>>> DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi
"Masih banyak pelaku usaha kecil yang mempertimbangkan biaya sertifikasi dibanding manfaat jangka panjang," katanya melansir Antara, Selasa (23/6/2026).
Kondisi ini banyak ditemui pada usaha mikro yang memiliki pelanggan tetap. Mereka merasa usahanya tetap berjalan meski belum memiliki sertifikasi halal.
Edy mencontohkan pedagang nasi goreng yang telah berjualan puluhan tahun dan tetap memiliki pelanggan tanpa sertifikasi halal.
"Ada pedagang yang bilang, daripada uangnya dipakai untuk sertifikasi halal, lebih baik untuk kebutuhan keluarga atau tambahan biaya sekolah anak," ujarnya.
>>> SmartThings Segera Dukung Matter 1.6 untuk Kemudahan Setup dan Keamanan
Menurut Edy, sebagian pelaku UMKM belum merasakan tuntutan langsung dari konsumen untuk memiliki sertifikasi halal.
"Belum ada dorongan dari masyarakat konsumen untuk meminta sertifikasi atas hasil jualan pelaku UMKM," ujarnya.
Meski demikian, Edy menegaskan sertifikasi halal tetap bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang pasar lebih luas.
Produk bersertifikasi halal lebih mudah diterima pasar, termasuk untuk ekspor.
>>> Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak, Pemain dan Penonton Dievakuasi
Pihaknya mendorong pemerintah terus meningkatkan sosialisasi pentingnya sertifikasi halal serta memperluas akses program sertifikasi bagi pelaku UMKM.
Update Terbaru
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






