Rupiah Melemah, Perajin Handicraft Temanggung Cari Peluang di Pasar Global
Pelemahan nilai tukar rupiah membuat biaya produksi perajin handicraft di Kabupaten Temanggung meningkat. Namun, mereka justru memilih memperluas pasar hingga ke mancanegara.
Pemilik usaha Kayuki, Ristiyanto, mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS langsung berdampak pada usahanya.
>>> MUI Tegaskan Orientasi Sesama Jenis Bukan Kodrat Permanen
Bahan baku seperti multi triplek, akrilik, wood filler, dan plastik naik harga karena bergantung pada komponen impor.
"Biaya produksi otomatis naik. Kalau tidak melakukan perubahan strategi, usaha akan sulit bersaing," kata Ristiyanto di Temanggung, Minggu (21/6/2026).
Transformasi Digital dan Produk Unik
Kayuki memperkuat pemasaran digital dengan menjual sekitar 85 persen produk secara online. Langkah ini memangkas biaya promosi dan distribusi sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas.
Alih-alih bersaing di produk massal, Kayuki fokus mengembangkan produk baru yang memiliki sedikit kompetitor. Strategi ini diharapkan memperkuat ceruk pasar di dalam dan luar negeri.
>>> Wardah Luncurkan Supercharged Serum Tint dengan 87% Kandungan Skincare
"Kami terus menyiapkan produk-produk baru yang punya keunikan. Kalau pesaingnya sedikit, peluang diterima pasar akan lebih besar," ujarnya.
Melalui marketplace internasional dan media sosial, produk kerajinan kayu Temanggung mulai menjangkau konsumen dari berbagai negara. Penjualan langsung ke pembeli juga lebih efisien karena memangkas rantai distribusi.
Ristiyanto menilai pelemahan rupiah menghadirkan tantangan produksi, tetapi juga membuka peluang karena harga produk Indonesia lebih kompetitif bagi pembeli luar negeri yang bertransaksi dolar.
Produk handicraft mengandalkan kualitas pengerjaan, desain unik, dan sentuhan handmade yang sulit digantikan produk pabrikan. Nilai tambah ini menjadi daya tarik di pasar global.
>>> Samsung Galaxy S27 Pro Dikabarkan Punya Layar 6,47 Inci dengan Privacy Screen Hardware
Transformasi digital menjadi senjata utama UMKM bertahan menghadapi gejolak ekonomi. Di tengah fluktuasi rupiah, perajin kayu Temanggung membuktikan pasar dunia bisa menjadi solusi.
Update Terbaru
Gaya Sporty Luxe Olla Ramlan Dukung Tristan Molina di Hyrox Jakarta 2026
Rabu / 01-07-2026, 19:35 WIB
Plot Twist! Wanita Hadiri Baby Shower Simpanan Suaminya Sendiri
Rabu / 01-07-2026, 19:35 WIB
Mulai Agustus, Shopee cs Bakal Pungut Pajak Seller Online
Rabu / 01-07-2026, 19:35 WIB
Deepal S05 Masih CBU dari Thailand, Ini Penjelasan Changan
Rabu / 01-07-2026, 19:35 WIB
Rockstar Bersedia Temui Perwakilan Serikat Pekerja Usai Tuntutan Pengakuan dari Developer GTA 6
Rabu / 01-07-2026, 19:29 WIB
Kritik Pedas Internal Pragmata: Developer Dianggap 'Tidak Kompeten' dalam Level Design
Rabu / 01-07-2026, 19:29 WIB
Leon Marchand Mundur dari Kejuaraan Renang Prancis karena Cedera
Rabu / 01-07-2026, 19:28 WIB
Hubert Hurkacz Tantang Sebastian Ofner di Babak Kedua Wimbledon 2026
Rabu / 01-07-2026, 19:28 WIB
Jamison dan Kennedy Wilson Ubah WTC Los Angeles Jadi 512 Unit Hunian Terjangkau
Rabu / 01-07-2026, 19:28 WIB
Polisi Tangkap Saudara Bintang NFL Calais Campbell atas Pembunuhan Ibu
Rabu / 01-07-2026, 19:28 WIB
Niger Berlakukan KUHP Ketat dan Resmi Keluar dari ICC
Rabu / 01-07-2026, 19:25 WIB
Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 19:25 WIB
RUPST J Trust Bank Setujui Perubahan Direksi, Fokus Perkuat Tata Kelola
Rabu / 01-07-2026, 19:25 WIB
Fitur Tersembunyi Pixel Ini Bikin Saya Hapus Aplikasi Audio Pihak Ketiga
Rabu / 01-07-2026, 19:21 WIB






