Kerusakan Hutan TNKS Seksi VI Bengkulu Capai 10.000 Hektare
Pengelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Seksi VI Bengkulu melaporkan kerusakan kawasan hutan mencapai 10.000 hektare. Angka ini diperoleh dari pendataan dan citra satelit beberapa tahun terakhir.
Kepala Pengelolaan TNKS Seksi VI Bengkulu, Nur Hamidi, menyebutkan kerusakan tersebut dipicu oleh pembalakan liar dan perambahan untuk lahan pertanian.
>>> Faathir/Devin Raih Runner-Up Macau Open 2026
Aktivitas ini terjadi di hampir seluruh titik di empat kabupaten.
Total luas kawasan TNKS Seksi VI Bengkulu mencapai 340.575 hektare.
Wilayah ini tersebar di Kabupaten Rejang Lebong (41.066 hektare), Lebong (111.035 hektare), Bengkulu Utara (68.921,95 hektare), dan Mukomuko (119.552,05 hektare).
Selain penebangan ilegal, pembukaan ladang berpindah dan perkebunan kopi oleh masyarakat turut memperparah kerusakan. Nur Hamidi menegaskan bahwa kerusakan terjadi di hampir setiap titik di keempat kabupaten.
Upaya Pencegahan dan Pemulihan
Untuk mencegah meluasnya kerusakan, pihak TNKS mengintensifkan patroli pengamanan hutan bersama pemangku kepentingan di masing-masing kabupaten.
>>> Soyjoy Nutrition Award 2026 Apresiasi Ratusan Program Inovasi Ahli Gizi
Sosialisasi tentang pentingnya menjaga kelestarian TNKS juga rutin dilakukan kepada warga di sekitar kawasan penyangga.
Upaya pemulihan ekosistem dilakukan melalui program reboisasi pohon endemik di titik-titik yang sempat dirambah.
Balai TNKS juga membuka ruang penyelesaian melalui pola kemitraan konservasi dengan warga yang telah membuka lahan di dalam kawasan.
Namun, pola kemitraan ini memiliki syarat ketat.
>>> Psikolog Ungkap 10 Tanda Seseorang Belum Matang Secara Emosional
Lahan yang digarap harus sudah dibuka sebelum tahun 2020, bukan perambahan baru, dan berada di zona pemanfaatan, bukan di zona rimba atau zona inti taman nasional.
Update Terbaru
MA AS Tolak Perintah Trump Akhiri Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran
Rabu / 01-07-2026, 09:36 WIB
Manuel Neuer Pensiun dari Timnas Jerman Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun soal KLB dan Wabah di UU Kesehatan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Digitalisasi Desa Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Teknologi Buka Peluang Usaha
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Norwegia Kalahkan Pantai Gading 2-1, Haaland Jadi Kunci Kemenangan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Celine Evangelista Ajari Putrinya Salat, Warganet Soroti Status Mualaf Sang Anak
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
4 Zodiak Paling Beruntung pada 1 Juli 2026, Hoki Menanti di Awal Bulan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Perempuan Disabilitas Berdaya: Karya dari Daerah Tembus Panggung Jakarta
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Aturan Minum Magnesium yang Benar agar Tak Mudah Stres dan Tidur Nyenyak di Usia 30-an
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB






