Regulasi Dorong Pemda Terapkan Skema ESCO ESPC untuk Efisiensi PJU
Pemerintah daerah kini diarahkan untuk memanfaatkan kerja sama skema Kontrak Kinerja Penghematan Energi atau Energy Saving Performance Contract (ESPC) melalui pendanaan model Zero CAPEX.
Langkah ini diambil oleh Perusahaan Jasa Konservasi Energi (ESCO) untuk memfasilitasi kebutuhan teknologi efisiensi tanpa menambah beban fiskal daerah.
>>> Hasil Piala Dunia 2026: Jepang Hajar Tunisia 4-0, Ueda Cetak Dua Gol
Melalui skema ESPC, pemerintah daerah tidak perlu mengalokasikan anggaran belanja modal dari APBD untuk pengadaan perangkat teknologi.
Seluruh pembiayaan kajian hingga desain sistem sepenuhnya ditanggung pelaku usaha ESCO, sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 3 Tahun 2025.
Pemerintah daerah hanya melakukan pembayaran jasa konservasi energi secara berkala dari realisasi nilai penghematan tagihan listrik bulanan atau sumber lain yang sah.
Jika target efisiensi gagal dicapai oleh sistem teknologi, daerah tidak dibebani risiko finansial dan pihak ESCO menerima risiko pengurangan biaya jasanya.
Pengalaman ESCO Harsari
Di Indonesia, ESCO yang pertama dan telah berpengalaman mengimplementasikan skema ini adalah ESCO Harsari yang konsisten sejak tahun 2004 di bidang riset mutakhir dan pengendalian ekologi.
Perusahaan ini telah menghasilkan 17 Hak Kekayaan Intelektual termasuk paten, serta sukses menerapkan inovasi Sistem Rasionalisasi PJU di Kabupaten Kendal, Tulungagung, Pati, dan Magetan.
"Perusahaan ESCO Harsari adalah perusahaan jasa konservasi energi, yang berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan program penurunan emisi karbon melalui efisiensi energi, RnD, pengembangan SDM, dan pengendalian ekologi lingkungan, melalui layanan efisiensi energi di sektor publik dengan skema ESCO ESPC zero capex, menggunakan Sistem Rasionalisasi PJU, yang telah diimplementasikan di 4 pemerintah daerah sejak 2004 dan telah mencapai kinerja penghematan energi sebesar 48.1 GWh/tahun atau setara Rp 35.2 miliar/tahun," jelas Suhargo.
Update Terbaru
Gelombang Panas dan Badai Ancam Perayaan 4 Juli di AS
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
ABC Indonesia Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Lewat Program Manajemen Risiko BPOM
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Api Belum Padam, Kebakaran TPA Jatiwaringin Berstatus Tanggap Darurat
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Taylor Swift Siapkan Banyak Gaun Pengantin, Terinspirasi dari Elizabeth Taylor
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Emina Glosszilla Lip Jelly Vinyl, Lip Cream Glossy Ringan dengan Efek Bibir Plumpy
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Sah! Ojol Resmi Jadi UMKM Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Laporan Etik AS: Trump Kantongi Rp21,5 T dari Bisnis Kripto Keluarga
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Terbuka Terima Kritik
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Pasokan Air Falls Lake Tetap, Satu Pengguna Didenda Akibat Pelanggaran Air
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Anthropic Rambah Bisnis Obat, Fokus pada Penyakit Terabaikan
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Boy Arnez Banjir Tawaran Klub Luar Negeri Usai Juara AVC Cup 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Toko Buku di Apex Tutup Akibat Kenaikan Sewa 64%, Bisnis Lain Terancam
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB






