Ketahanan Pangan dan Jalan Pulang Warga Binaan Nusakambangan
Nusakambangan selama ini identik dengan pulau penjara. Di sana terdapat 12 lembaga pemasyarakatan dan satu balai pemasyarakatan.
Namun, wajah pulau di selatan Cilacap itu perlahan berubah. Di balik tembok tinggi, kini tumbuh lahan pertanian, peternakan, dan perikanan yang produktif.
>>> Pemprov Kepri dan Kemenpar Teken Kerja Sama Penataan Kawasan Gurindam 12
Program ini bukan sekadar mendukung ketahanan pangan. Di balik setiap kolam dan kebun, ada proses pembinaan yang memberi bekal keterampilan bagi warga binaan.
Belajar dari Tambak Udang
Pagi hari di kawasan tambak udang vaname Bantar Panjang sudah ramai. Warga binaan memeriksa kondisi air, menyiapkan pakan, dan memastikan budi daya berjalan lancar.
Suratman, warga binaan Lapas Kelas IIA Permisan asal Riau, mengaku tidak punya pengalaman budi daya udang sebelumnya. Kini ia perlahan memahami pekerjaan itu.
“Belajar di sini,” katanya singkat. Melalui pelatihan dan praktik langsung, ia mengenal cara pemberian pakan, penggunaan obat, hingga pengelolaan kolam.
Ia tidak merasa terbebani karena semua dilakukan bersama. Kegiatan itu membuat masa pidana terasa lebih bermanfaat.
Ketika ditanya soal keinginan membuka usaha tambak setelah bebas, Suratman menjawab mantap. Jawaban itu menunjukkan harapan baru mulai tumbuh.
Pendamping kegiatan, Ahmad Khofi Asalafi, mengatakan lahan produktif tambak seluas 7,5 hektare. Terdapat 20 kolam dengan luas masing-masing sekitar 3.000 meter persegi.
>>> Aljazair Protes Resmi ke FIFA Usai Kalah dari Argentina
Benur yang ditebar sekitar 11 hingga 11,5 juta ekor. Masa pemeliharaan sekitar 120 hari hingga udang siap panen.
Warga binaan terlibat dalam seluruh tahapan produksi: pemberian pakan, pemantauan kesehatan udang, perlakuan khusus, dan pengelolaan kualitas air.
Setiap orang menangani satu kolam.
Sebelum terjun ke lapangan, mereka mendapat pelatihan dasar.
Pakan diberikan lima kali sehari: pukul 06.00, 10.00, 14.00, 18.00, dan 22.00 WIB.
Selain memberi makan, warga binaan membersihkan kolam dan memantau kondisi dasar tambak. Tujuan utamanya bukan hanya hasil udang, tetapi juga keterampilan bernilai ekonomi.
>>> Kalidou Koulibaly Kritik Travel Ban AS yang Hambat Suporter Afrika di Piala Dunia 2026
Warga binaan juga mendapat bonus dari hasil produksi yang ditabung atas nama masing-masing. Tabungan itu menjadi bekal ketika mereka bebas nanti.
Update Terbaru
MA AS Tolak Perintah Trump Akhiri Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran
Rabu / 01-07-2026, 09:36 WIB
Manuel Neuer Pensiun dari Timnas Jerman Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun soal KLB dan Wabah di UU Kesehatan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Digitalisasi Desa Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Teknologi Buka Peluang Usaha
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Norwegia Kalahkan Pantai Gading 2-1, Haaland Jadi Kunci Kemenangan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Celine Evangelista Ajari Putrinya Salat, Warganet Soroti Status Mualaf Sang Anak
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
4 Zodiak Paling Beruntung pada 1 Juli 2026, Hoki Menanti di Awal Bulan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Perempuan Disabilitas Berdaya: Karya dari Daerah Tembus Panggung Jakarta
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Aturan Minum Magnesium yang Benar agar Tak Mudah Stres dan Tidur Nyenyak di Usia 30-an
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB






