INDEF: El Nino dan Geopolitik Ancam Ketahanan Pangan RI, Pemerintah Diminta Antisipasi
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan bahwa fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026 dapat mengancam produksi pangan nasional dan memicu gejolak harga di berbagai daerah.
Dalam kajiannya, INDEF menyebut ketahanan pangan Indonesia saat ini menghadapi tekanan dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok, konflik geopolitik, serta kenaikan harga energi.
>>> Kantongi Laba Rp1,32 Triliun, PTK Pacu Ekspansi Bisnis Maritim di 2026
Volatilitas Harga Pangan Meningkat
Direktur Program INDEF Eisha M.
Rachbini mengatakan volatilitas harga pangan dalam beberapa tahun terakhir cenderung tinggi akibat pengaruh perubahan iklim yang semakin besar terhadap sektor pertanian.
"Volatilitas harga pangan cenderung sangat tinggi dalam beberapa tahun belakangan ini. Mengapa?
Karena perubahan iklim yang mengakibatkan fluktuasi harga pangan saat ini sangat tinggi.
Selain itu, adanya gangguan rantai pasok, konflik geopolitik, serta kenaikan harga energi," kata Eisha dalam acara INDEF, Kamis (25/6/2026).
Menurut Eisha, tantangan tidak hanya berasal dari ancaman penurunan produksi akibat cuaca ekstrem. Indonesia juga masih menghadapi disparitas harga pangan antardaerah yang cukup lebar.
Ia mencontohkan harga cabai rawit yang memiliki selisih signifikan di berbagai wilayah. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi tingginya biaya logistik serta terbatasnya infrastruktur penyimpanan berpendingin (cold chain).
>>> Jadwal Siaran Langsung Curacao vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026
"Misalnya harga cabai rawit saja, harga di pasar antar daerah ada perbedaan yang sangat besar.
Ini karena ada biaya pengantaran logistik yang mahal, kemudian tidak didukung oleh cold chain atau infrastruktur penyimpanan yang baik," ujarnya.
Berdasarkan data INDEF per 19 Juni 2026, harga cabai rawit di Maluku Utara mencapai Rp120.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga di Aceh yang tercatat Rp36.250 per kilogram.
Eisha mengatakan pengalaman pada periode El Nino sebelumnya menunjukkan fenomena tersebut kerap berdampak terhadap penurunan produksi pangan nasional.
Karena itu, pemerintah perlu memperkuat langkah mitigasi dengan memperbesar dan mengelola cadangan pangan secara lebih efektif.
"Beberapa kali kita melihat data historis dampak El Nino terhadap penurunan produksi pangan.
>>> Trump Keluhkan Italia-Inggris Tak Bantu Perang Lawan Iran ke Bos NATO
Kita berharap pemerintah ke depannya bisa mengantisipasi dengan menyimpan stok cadangan yang lebih baik lagi," kata Eisha.
Update Terbaru
Meksiko Unggul 2-0 atas Ekuador di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Secara Utuh
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Prabowo Puji 1.000 SPPG Polri: Dapur MBG Terbaik
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Mahfud MD Sebut Vonis Anak Buah Jadi Pintu Masuk Jerat Nadiem Makarim
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Dianugerahi Medali Kehormatan Polri di Hari Bhayangkara ke-80
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
PDIP Kirim Surat ke BGN Minta Data Dugaan Keterlibatan Kader di Program MBG
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Soroti Peran Besar Polri di Ketahanan Pangan, Sebut Gudang Jagung hingga Desa Jadi Bukti Nyata
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB






