Ryan Goutama: Drama Vertikal Buka Peluang Baru bagi Talenta Lokal
Aktor Ryan Goutama menilai perkembangan drama vertikal di Indonesia membuka peluang baru bagi talenta lokal.
Hal ini terjadi di tengah perubahan pola konsumsi hiburan masyarakat yang semakin mengandalkan perangkat seluler dan platform digital.
>>> KAI Jakarta Siapkan 629 Ribu Tempat Duduk Kereta Selama Libur Sekolah
Ryan mengatakan format tontonan berdurasi singkat tersebut menawarkan pengalaman menonton yang berbeda.
Format ini lebih ringkas dan menyesuaikan kebiasaan generasi saat ini yang banyak mengakses hiburan melalui telepon pintar.
"Kita sedang melihat perubahan yang cukup besar dalam cara masyarakat menikmati hiburan.
Saya melihat ini sebagai peluang yang positif bagi industri kreatif Indonesia untuk terus berkembang dan melahirkan lebih banyak karya yang relevan dengan kebutuhan penonton saat ini," kata Ryan dalam keterangan yang diterima, Sabtu.
Menurut dia, pertumbuhan drama vertikal tidak hanya menciptakan peluang bagi platform digital.
Format ini juga memberikan ruang yang lebih luas bagi aktor, penulis, rumah produksi, dan kreator konten untuk menjangkau audiens baru.
Dia menilai segmen drama vertikal berpotensi terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konten yang praktis dan mudah diakses.
>>> Rockstar Games Rilis Sampul GTA 6, Konfirmasi Rilis November 2026
Ryan sendiri menjadi salah satu aktor yang aktif terlibat dalam berbagai produksi drama vertikal di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia membintangi puluhan judul micro drama yang tayang di sejumlah platform digital.
Menurut Ryan, perkembangan format tersebut turut mengubah cara industri hiburan membangun hubungan dengan penonton.
Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengonsumsi tayangan televisi atau serial berdurasi panjang, kini cerita dengan durasi lebih singkat mulai mendapat tempat di kalangan pengguna digital.
"Setiap format memiliki audiensnya masing-masing.
Yang menarik dari vertical drama adalah kemampuannya menjangkau penonton secara cepat tanpa mengurangi unsur cerita dan emosi yang ingin disampaikan," ujarnya.
>>> Jaringan Masyarakat Sipil Tolak Usulan Pemidanaan Pelaku LGBT oleh MUI
Dia menilai perkembangan industri hiburan digital akan terus menghadirkan peluang baru bagi para kreator dan talenta lokal yang mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku penonton.
Update Terbaru
Mengapa Laporan Hasil Observasi Harus Objektif? Ini 5 Alasannya
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Gandeng Ulama, Pemkot Surabaya Targetkan Cakupan Imunisasi Anak Tembus 90 Persen
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Kata-kata Didier Deschamps ke Kylian Mbappe Bawa Prancis Mulus Hampir ke Final Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Deschamps Beri Hormat Khusus Usai Mbappe Bikin Dua Gol ke Gawang Swedia
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vasektomi Tak Ganggu Fungsi Seksual Pria, Ini Penjelasan Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin di Hanoi hingga 2028
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Inggris Siapkan Adu Penalti Hadapi RD Kongo di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Nano Machine Chapter 319 Siap-Siap Panas! Ini Hal yang Perlu Diingat
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Daftar Wilayah Masuk Puncak Musim Kemarau Juli 2026, Waspada Dampaknya
Rabu / 01-07-2026, 12:57 WIB
Beli Tiket ARTJOG 2026 Lewat BRImo, Dapat Diskon 15 Persen
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
DPR Hormati Putusan MK yang Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Rakyat
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Haaland Jadi Pahlawan, Norwegia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Neraca Perdagangan RI Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Cara Cek Tilang Elektronik ETLE Online via HP, Jangan Sampai STNK Diblokir
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB






