Pengusaha Mobil Bekas di Utah Diduga Palsukan Dokumen untuk Jual Mobil Rusak
Seorang pengusaha mobil bekas di Utah, Scott Keith Pryor, kini berhadapan dengan 15 dakwaan pidana terkait pemalsuan dokumen kendaraan.
Pryor adalah pemilik The Good Car Dealer yang berlokasi di Salt Lake City.
>>> Trump Dengar Penjelasan Soal Kuota EV China Kanada, Bereaksi Positif
Ia dituduh menggunakan tanda tangan palsu, stempel notaris fiktif, dan dokumen curang untuk mengubah mobil rusak akibat hujan es menjadi inventaris bernilai tinggi.
Menurut penyelidik, skema ini melibatkan pengajuan aplikasi duplikat judul kendaraan dengan dalih dokumen asli hilang.
Salah satu aplikasi bahkan diduga memuat tanda tangan seorang wanita Wyoming yang telah meninggal beberapa minggu sebelum badai es terjadi.
Beberapa notaris kemudian memberi tahu penyelidik bahwa tanda tangan dan stempel pada dokumen bukan milik mereka. Sejumlah pemilik kendaraan juga membantah pernah menandatangani dokumen apa pun.
Pembelian Mobil dari Lelang Copart
Polisi mulai mencurigai adanya kecurangan setelah menemukan aplikasi judul duplikat untuk kendaraan yang rusak dalam badai es besar pada Agustus tahun lalu.
Kendaraan tersebut dilaporkan dibeli melalui lelang Copart setelah perusahaan asuransi mengambil alih kepemilikan.
>>> Porsche Hentikan Produksi Taycan Wagon, Fokus pada Sedan
Total, Pryor membeli 292 kendaraan senilai hampir $2 juta, namun 15 di antaranya menjadi pusat kasus ini.
Pryor mengaku kepada penyelidik bahwa ia menggunakan jasa perusahaan bernama Tennessee Titles yang ditemukannya melalui Facebook. Ia membayar sekitar $150 per aplikasi.
Namun, ia tidak dapat memberikan bukti legitimasi perusahaan tersebut atau bukti pembayaran. Orang di balik operasi itu hanya dikenal sebagai "Rashard" dan "Miss Catherine."
Penyelidik WYDOT Shane Fox menduga Pryor menggunakan skema ini untuk menjual kendaraan rusak seolah-olah memiliki judul bersih non-salvage.
Hal ini merugikan pembeli yang tidak menyadari kondisi asli kendaraan.
Hakim Laramie County menemukan bukti yang cukup untuk menerbitkan surat perintah penangkapan pada 4 Juni. Setiap dakwaan diancam hukuman penjara hingga dua tahun dan denda $5.000.
>>> JLR Berencana Bangun Defender Berbasis Stellantis di Amerika
Belum jelas apakah pembeli kendaraan yang terlibat akan mendapatkan ganti rugi atau bagaimana negara bagian akan menangani kendaraan tersebut, karena bisa dijadikan barang bukti dalam kasus ini.
Update Terbaru
90+ Pinjol Legal OJK 2026 dengan Tenor Bulanan yang Aman dan Cepat Cair
Rabu / 01-07-2026, 09:50 WIB
Nekat! Windows 11 Berhasil Berjalan Stabil di PC Berusia Lebih Dari 20 Tahun
Rabu / 01-07-2026, 09:50 WIB
James Kennedy dari 'Vanderpump Rules' Bertunangan dengan Jordan Meyers
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mahfud MD: Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim Sudah Saya Duga
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mbappe Samai Messi, Prancis Melesat ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir, KNVB Tempuh Jalur Hukum Lawan Rasisme
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Amerika Enggan Cairkan Dana Beku Iran US$6 Miliar, Sebut Tak Sesuai Perjanjian
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Chris Brown Diperintahkan Bayar Rp13 Miliar Akibat Serangan Anjing
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Jadwal Baru Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia, Hydration Break Dihapus
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Prabowo Sematkan Tanda Kehormatan Samkaryanugara ke 2 Satker dan 10 Polda
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Pernikahan Taylor Swift di MSG: Biaya Polisi Capai Rp2,5 Miliar
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Hujan Lebat dan Badai Petir Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Piala Dunia 2026 Buktikan Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Buruh Tolak Kemasan Rokok Polos: Bukan Solusi Tapi Masalah Baru
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB






