Gapembi Kritik Kurangnya Komunikasi dalam Surat Edaran Makan Bergizi Gratis
Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (Gapembi) menyoroti kurangnya komunikasi dan konsultasi dalam penerbitan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026.
Surat edaran tersebut berisi penghentian sementara layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat libur sekolah pada Jumat (19/6).
>>> POCO M7 Pro 5G Ungguli Galaxy A17 5G untuk Pengguna yang Mengejar Performa Harian
Langkah ini bukan bentuk penolakan terhadap kebijakan, melainkan dorongan untuk perbaikan tata kelola.
Organisasi menilai keputusan mendadak itu berpotensi mengganggu operasional, sumber daya manusia, rantai pasok, hingga pembiayaan mitra pelaksana di lapangan.
Penyesuaian Operasional Bukan Masalah
Ketua Umum DPP Gapembi, Alven Stony, menegaskan bahwa penyesuaian operasional selama masa libur sekolah sebenarnya tidak menjadi masalah bagi para pelaku usaha.
"Kami perlu meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Gapembi tidak mempermasalahkan penyesuaian operasional saat libur sekolah.
Yang menjadi perhatian kami adalah keputusan yang diambil tanpa komunikasi terlebih dahulu dengan mitra pelaksana," ujar Alven Stony.
Menurutnya, kepastian regulasi sangat dibutuhkan agar tidak timbul ketidakpastian usaha yang dapat mengganggu keberlangsungan program strategis nasional tersebut.
>>> Bulog Timika Alokasikan 919 Ton Bantuan Pangan untuk Kabupaten Puncak
"Persoalannya bukan sekadar dapur libur atau tidak, tetapi potensi konflik regulasi yang bisa menimbulkan multitafsir di lapangan," kata Alven Stony.
Pihaknya khawatir muncul tumpang tindih regulasi antara SE tersebut dengan SK Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai Petunjuk Teknis serta perjanjian kerja sama yang sudah berjalan.
"Yang kami dorong adalah keterbukaan komunikasi dan kepastian regulasi agar program berjalan efektif dan tepat sasaran," ujar Alven Stony.
Di sisi lain, organisasi tetap memberikan dukungan penuh terhadap program prioritas pemerintah ini.
Termasuk penguatan program MBG 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita demi menekan angka stunting.
>>> Carlo Ancelotti Akui Brasil Gugup Saat Ditahan Imbang Maroko
Gapembi berharap Badan Gizi Nasional memperkuat mekanisme komunikasi sebelum menetapkan kebijakan berdampak luas ke depan.
Update Terbaru
Sosok Istri Baru Vanness Wu Terungkap, Benarkah Penyanyi Jepang?
Rabu / 01-07-2026, 16:29 WIB
Aniplus Asia Tayangkan Simulcast Anime Flaming Dodgeball Girl Danko
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Chris Brown Diperintahkan Bayar Rp200 Miliar Akibat Anjing Serang Pembantu
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Madras Community Food Pantry Kumpulkan $9.000 untuk Operasional
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
37 Siswa Diculik Kelompok Bersenjata di Borno, Nigeria
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Netflix Tambah Film Laris dan Olahraga Langsung ke Katalog Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
Cara Cek Hasil Kelulusan UMPTKIN 2026 dan Langkah Setelah Lolos
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
5 Game Seru Penghasil Saldo DANA Asli, Cara Mudah Cuan 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
Gelombang Panas dan Badai Ancam Perayaan 4 Juli di AS
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
ABC Indonesia Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Lewat Program Manajemen Risiko BPOM
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Api Belum Padam, Kebakaran TPA Jatiwaringin Berstatus Tanggap Darurat
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Taylor Swift Siapkan Banyak Gaun Pengantin, Terinspirasi dari Elizabeth Taylor
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB






