Menkeu Purbaya Targetkan 1 Miliar Dolar AS dari Panda Bond di China
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan penerbitan obligasi Panda Bond di China senilai 1 miliar dolar AS atau setara Rp 17,8 triliun.
Nilai tersebut dapat meningkat tergantung kondisi pasar. Hal ini disampaikan Purbaya dalam kunjungan kerja ke China pada Juni 2026.
>>> Aqila Zhavira Umumkan Perpisahan dengan Betrand Peto, Ini Profil dan Biodatanya
"Pertama sih kita targetnya mungkin 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat market-nya seperti apa, kalau market-nya bisa lebih besar, kita akan perbesar," kata Purbaya dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).
Proses Penerbitan dan Regulasi
Penerbitan obligasi ini harus sesuai regulasi otoritas keuangan China, yaitu People's Bank of China (PBOC) dan National Association of Financial Market Institutional Investors (NAFMII).
Purbaya mengungkapkan PBOC meminta percepatan pengajuan izin. "Waktu pertemuan dengan PBOC, kami diminta melakukan percepatan pengeluaran izinnya," ujarnya.
Respons positif dari bank sentral China membuat pemerintah optimis instrumen ini bisa diluncurkan tahun ini. Tahap selanjutnya adalah book building bersama penjamin emisi.
"Ini minggu depan sudah mulai book building harusnya begitu izinnya keluar. Jadi dua minggu lagi sudah putus mungkin," ungkap Purbaya.
Diversifikasi Pembiayaan
Penerbitan Panda Bond bertujuan diversifikasi instrumen pembiayaan agar tidak bergantung pada satu mata uang asing. Langkah ini didukung kesepakatan transaksi mata uang lokal antara Indonesia dan China.
"Transaksi dengan yuan bisa langsung dikonversi ke rupiah, karena perjanjian antara bank sentral Indonesia dengan bank sentral China," jelas Purbaya.
>>> Legislator: Anggaran Perpustakaan Investasi Jangka Panjang untuk RI
Hal ini diharapkan mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Penolakan Pinjaman IMF dan World Bank
Sebelumnya, pada April 2026, Menkeu Purbaya menolak tawaran pinjaman dari IMF dan World Bank. Ia menilai APBN masih kuat menghadapi dampak geopolitik.
"Memangnya APBN kita kuat menahan kenaikan harga minyak dunia?
Saya bilang kuat, pertahanan kita berlapis-lapis," katanya dalam acara Simposium PT SMI di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Pemerintah memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun yang ditempatkan di Bank Indonesia. Dana tersebut diproyeksikan tidak akan terpakai dalam waktu dekat.
"Sekarang saya belum butuh. Saya punya SAL aja segitu, 25 miliar Dolar AS lebih ya.
>>> Kemenhut Pertajam Konsep Multiusaha Kehutanan Lewat Revisi Regulasi P.8
Jadi kondisi kita aman, defisit terkendali, buffer cukup," tegas Purbaya.
Update Terbaru
Puteri Indonesia Agnes Rahajeng Siap Melaju ke Miss Supranational di Finlandia
Kamis / 02-07-2026, 00:00 WIB
Wow! Spoiler Nano Machine Chapter 319 Bahasa Indonesia, Update Terbaru!
Rabu / 01-07-2026, 23:40 WIB
Baca Nano Machine Chapter 318 Sub Indo English Raw Bahasa Indonesia, Yang Terbaik!
Rabu / 01-07-2026, 23:05 WIB
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB






