Kepala Bappenas Dorong Polri Manfaatkan AI untuk Ungkap Kasus Kriminal
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam mengungkap berbagai kasus kriminal.
Menurut Rachmat, pemanfaatan AI dapat membantu aparat penegak hukum mengungkap kejahatan yang telah terjadi bertahun-tahun lalu melalui penguatan data dan analisis yang lebih presisi.
>>> Menhan Pastikan YTP 853/BRB Aceh Maksimal dalam Melayani Masyarakat
"Saya contohkan ada di negara lain bahwa kejahatan yang sudah dilakukan 20 tahun yang lalu, dengan bantuan data, penguatan data, pengumpulan data, dan kecerdasan buatan maka kejahatan itu bisa terungkap dengan baik dan tepat dengan presisi," kata Rachmat usai menjadi narasumber pada Seminar Sekolah Lemdiklat Polri di Bandung Barat, Jumat.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI tidak hanya relevan untuk penyelidikan dan penyidikan perkara, tetapi juga dapat digunakan dalam pengembangan lembaga pendidikan serta penelitian di lingkungan Polri.
Rachmat menekankan Polri perlu menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi AI yang bertanggung jawab sekaligus memahami potensi risiko penyalahgunaan teknologi tersebut.
"Sebaliknya, kalau tidak hati-hati, AI juga bisa digunakan secara salah.
Nah, polisi harus tahu kapan AI digunakan dengan baik dan kapan digunakan untuk kegiatan yang tidak baik," ujarnya.
>>> Pakar SDM: Penunjukan Luke Thomas di DSI Bukti Meritokrasi
Karena itu, lanjut dia, Polri perlu berada di garis depan dalam memahami perkembangan teknologi digital agar mampu mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan baru yang memanfaatkan teknologi.
"Karena itu, polisi harus menjadi pelopor, menjadi ujung tombak bagi perkembangan AI di Indonesia," katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI dan internet juga dapat membantu Polri semakin dekat dengan masyarakat.
Berdasarkan data yang dimilikinya, lebih dari 230 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet sehingga interaksi sosial masyarakat semakin banyak berlangsung di ruang digital.
Menurut Rachmat, pemahaman terhadap perilaku masyarakat di ruang digital maupun lingkungan sosial menjadi hal penting bagi institusi kepolisian dalam menjalankan tugas pelayanan dan pemeliharaan keamanan.
>>> Pemkot Bandung Kaji Gratiskan Warga Masuk Taman Tegallega
"Kalau polisi tahu masyarakat sekitarnya, kondisi masyarakat yang di lingkungan terbawah, maka polisi itu pasti lebih dekat dengan hati masyarakat," kata Rachmat.
Update Terbaru
Luis Romo Kuasai Statistik Lini Tengah Jelang Meksiko vs Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 17:40 WIB
76ers Incar Dean Wade di Bursa Bebas NBA
Rabu / 01-07-2026, 17:40 WIB
Hasil Pemilu Primer Colorado: Weiser dan Hickenlooper Menang
Rabu / 01-07-2026, 17:36 WIB
50 Anggota Parlemen Eropa Desak FIFA Investigasi Infantino soal Penghargaan untuk Trump
Rabu / 01-07-2026, 17:36 WIB
Kontrak Shueisha untuk Manga Karakter Marvel Berakhir 30 September
Rabu / 01-07-2026, 17:36 WIB
Zlatan Ibrahimovic Curi Perhatian sebagai Analis Piala Dunia Fox Sports
Rabu / 01-07-2026, 17:36 WIB
Presiden FIFA Puji Iran Tak Terkalahkan di Piala Dunia, Pemain Keluhkan Logistik
Rabu / 01-07-2026, 17:35 WIB
Strawberry Moon 2026 Terbit Sebagai Bulan Purnama Terendah Tahun Ini
Rabu / 01-07-2026, 17:35 WIB
Jackpot Mega Millions Naik Jadi Rp542 Miliar Setelah Drawing
Rabu / 01-07-2026, 17:35 WIB
Ronald Koeman Mundur sebagai Pelatih Belanda Usai Tersingkir di Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 17:30 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Ancam 44 Juta Warga AS Jelang Libur 4 Juli
Rabu / 01-07-2026, 17:30 WIB
Bristol NHS Trust Pertimbangkan Satukan Layanan Darurat ke Satu Rumah Sakit
Rabu / 01-07-2026, 17:29 WIB
Polisi Chicago Cari Pelaku Percobaan Penculikan Anak di Portage Park
Rabu / 01-07-2026, 17:29 WIB
Gelombang Panas Ancam 44 Juta Orang Jelang Libur 4 Juli
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB






