Honda Ubah Strategi Global, Fokus ke Teknologi Hybrid
Raksasa otomotif Jepang, Honda, mengubah haluan strategi kendaraannya. Pabrikan ini kini mengalihkan fokus ke teknologi hybrid setelah sebelumnya agresif menuju era kendaraan listrik murni (EV).
Perubahan arah ini dilakukan setelah perusahaan mencatat kerugian sebesar 423,9 miliar yen pada tahun fiskal lalu.
>>> FAM Rombak Total Pengurus dan Staf Pelatih Timnas Malaysia
Kerugian tersebut menjadi dampak langsung dari besarnya biaya pembatalan strategi kendaraan listrik sebelumnya.
Meskipun mencatatkan kerugian pertama dalam sejarah, Honda tetap optimistis.
Perusahaan mengklaim fokus baru pada kendaraan hybrid akan membawa rekor laba operasi konsolidasi sebesar 1,4 triliun yen pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2029.
Pada Maret lalu, Honda mengumumkan bahwa proses transisi menjauh dari kendaraan listrik memakan biaya sangat besar hingga 2,5 triliun yen.
Sebagian besar biaya tersebut dilaporkan sudah berhasil diserap dalam waktu singkat.
Secara rinci, kerugian Honda pada tahun fiskal terakhir mencakup 1.577,8 miliar yen akibat kerugian terkait EV.
Perusahaan juga memproyeksikan dampak negatif lanjutan sebesar 500 miliar yen pada tahun 2027 karena alasan yang sama.
Kendati dihantui dampak perubahan strategi, Honda memperkirakan segera kembali meraih keuntungan pada tahun fiskal 2027 dengan estimasi laba bersih mencapai 260 miliar yen.
Dari sisi performa pasar, Honda mencatatkan penurunan penjualan mobil sebesar 8,9 persen secara global pada tahun lalu.
Penurunan paling signifikan terjadi di Tiongkok dengan penjualan 199.000 unit lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara total, akumulasi penjualan Honda bersama perusahaan patungan dan anak perusahaannya mencapai 3.387.000 unit pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.
Amerika Utara masih menjadi pasar terbesar dengan kontribusi sekitar 1,6 juta unit, meskipun turun sekitar 3 persen.
Update Terbaru
Gelombang Panas dan Badai Ancam Perayaan 4 Juli di AS
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
ABC Indonesia Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Lewat Program Manajemen Risiko BPOM
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Api Belum Padam, Kebakaran TPA Jatiwaringin Berstatus Tanggap Darurat
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Taylor Swift Siapkan Banyak Gaun Pengantin, Terinspirasi dari Elizabeth Taylor
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Emina Glosszilla Lip Jelly Vinyl, Lip Cream Glossy Ringan dengan Efek Bibir Plumpy
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Sah! Ojol Resmi Jadi UMKM Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Laporan Etik AS: Trump Kantongi Rp21,5 T dari Bisnis Kripto Keluarga
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Terbuka Terima Kritik
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Pasokan Air Falls Lake Tetap, Satu Pengguna Didenda Akibat Pelanggaran Air
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Anthropic Rambah Bisnis Obat, Fokus pada Penyakit Terabaikan
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Boy Arnez Banjir Tawaran Klub Luar Negeri Usai Juara AVC Cup 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Toko Buku di Apex Tutup Akibat Kenaikan Sewa 64%, Bisnis Lain Terancam
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB






