OJK: Premi Asuransi Kesehatan Tumbuh 7,20% Jadi Rp14,73 Triliun per April 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan premi lini usaha kesehatan pada industri asuransi jiwa sebesar 7,20 persen secara tahunan.
Nilainya mencapai Rp14,73 triliun per April 2026.
>>> Telkom Bagikan Dividen Tunai Rp21,9 Triliun, Rp222 per Saham
Kenaikan ini terjadi di tengah tantangan peningkatan biaya layanan kesehatan akibat inflasi medis.
Meski demikian, nilai klaim dilaporkan mencapai Rp8,51 triliun sehingga rasio klaim mulai menunjukkan kondisi terkendali.
“Jadi cukup terkendali ya setelah di tahun-tahun sebelumnya rasio klaim cukup tinggi, sekarang di-maintain di level 57,78%,” ujar Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers daring RDKB OJK Mei 2026, Jumat (5/6/2026).
Penyesuaian Premi dan Prospek Industri
Kondisi dinamis ini memicu penyesuaian nilai premi oleh perusahaan asuransi akibat lonjakan biaya operasional kesehatan di Indonesia.
Pengamat asuransi Dedi Kristianto menilai penyesuaian tersebut merupakan konsekuensi logis agar industri tetap berjalan berkelanjutan.
“Ketika biaya rumah sakit, dokter, obat-obatan, dan klaim kesehatan terus naik, perusahaan asuransi perlu menyesuaikan premi agar tetap dapat membayar manfaat kepada nasabah secara berkelanjutan,” tutur Dedi Kristianto kepada Finansial, Selasa (16/5/2026).
>>> Anime Yomi no Tsugai Episode 6 Sub Indo Rilis, Ancaman Baru Muncul
Kendati demikian, kebijakan menaikkan premi dinilai bukan satu-satunya jalan keluar.
Manajemen klaim yang ketat dan langkah preventif terhadap kecurangan diklaim mampu memitigasi risiko lonjakan premi yang terlalu tinggi.
“Singkatnya, semakin tinggi biaya kesehatan, semakin besar tekanan terhadap premi asuransi, meskipun masih dapat diimbangi dengan upaya efisiensi dan pengendalian risiko,” jelas Dedi Kristianto.
Sektor asuransi kesehatan komersial diproyeksikan tetap memiliki prospek cerah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan perlindungan kesehatan.
Perusahaan asuransi kini didorong untuk mengoptimalkan kolaborasi dengan penyedia layanan kesehatan demi menjaga profitabilitas dari tekanan inflasi.
>>> Biaya Tol dan BBM Jakarta-Bandung Pakai Honda Brio dan Toyota Agya
“Dengan demikian, keberlanjutan bisnis ke depan akan bergantung pada kemampuan industri mengelola kenaikan biaya kesehatan secara efektif,” kata Dedi Kristianto.
Update Terbaru
Happily Day Ajak 1.000 Lansia di Bandung Tetap Aktif dan Percaya Diri
Rabu / 01-07-2026, 17:15 WIB
Bupati dan Sekda Kuansing Riau Ditahan KPK
Rabu / 01-07-2026, 17:15 WIB
China Bikin Model AI Canggih, Silicon Valley Langsung Geger
Rabu / 01-07-2026, 17:15 WIB
Happily Day Ajak 1.000 Lansia di Bandung Tetap Aktif dan Percaya Diri
Rabu / 01-07-2026, 17:14 WIB
Jordan Pickford Ingatkan Inggris Siaga Adu Penalti Kontra RD Kongo
Rabu / 01-07-2026, 17:14 WIB
Rekor Erling Haaland Lampaui Cristiano Ronaldo Usai Singkirkan Pantai Gading dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 17:14 WIB
Kemhan Pangkas Latihan Calon Manajer Kopdes Jadi 2 Pekan
Rabu / 01-07-2026, 17:14 WIB
Erdogan Sebut Tuduhan Genosida Israel ke Turki Fitnah Tutupi Kasus Gaza
Rabu / 01-07-2026, 17:14 WIB
KPK Tahan Bupati dan Sekda Kuansing dalam Kasus Jual Beli Jabatan
Rabu / 01-07-2026, 17:14 WIB
Persib Bongkar Proses Panjang Datangkan Gabriel Mutombo, Sudah Dipantau Lama
Rabu / 01-07-2026, 17:10 WIB
Bupati Kuansing Ditahan KPK, Minta Doa dan Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah
Rabu / 01-07-2026, 17:10 WIB
Dokter Tifa Disidang Besok, PN Jaktim Perketat Pengamanan
Rabu / 01-07-2026, 17:10 WIB
Bikin Ngiler! Ini Nilai Bonus Pemain Timnas Inggris Jika Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 17:08 WIB
Selebrasi Viking Row Suporter Norwegia Usai Kalahkan Pantai Gading
Rabu / 01-07-2026, 17:07 WIB






