Simpanan LKM Konvensional April 2026 Turun Imbas Penarikan Dana Lebaran
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan nilai simpanan pada Lembaga Keuangan Mikro (LKM) konvensional per April 2026.
Penurunan ini terjadi pada LKM berbadan hukum koperasi maupun Perseroan Terbatas (PT).
>>> Luhut Proyeksikan GovTech Mampu Efisiensikan Anggaran Hingga Rp2.000 Triliun
Simpanan LKM konvensional berbadan hukum PT menyusut 0,39% secara year on year (YoY) menjadi Rp 424,60 miliar.
Sementara itu, tabungan pada LKM berbadan hukum koperasi merosot hingga 22,86% YoY menjadi Rp 46,28 miliar.
Penurunan juga dialami LKM Badan Kredit Desa (BKD) Ponorogo.
Direktur Utama LKM BKD Ponorogo, Mego, menyebut simpanan di institusinya berkurang 7,5% YoY menjadi Rp 8,6 miliar.
Faktor Musiman Dominasi Penurunan
Mego menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi bukan pemicu utama penurunan simpanan. Faktor musiman, yaitu penarikan dana untuk Lebaran, lebih mendominasi pergerakan dana nasabah.
>>> Pendaftaran SPMB SMA dan SMK Negeri di Lampung Dibuka 15 Juni 2026
"Penyebabnya ada pengambilan simpanan untuk Lebaran. Ketidakpastian ekonomi tidak terlalu berakibat dengan simpanan LKM," ujar Mego kepada Keuangan, Kamis (18/6/2026).
Untuk mendongkrak kembali volume tabungan, Mego memaparkan strategi penguatan promosi. Langkah ini akan difokuskan pada area sekitar LKM dan para pemangku kepentingan terkait.
Namun, terdapat kendala yang berpotensi menghambat pemulihan simpanan. Salah satu hambatan utama adalah status kepesertaan penjaminan simpanan.
"Selain itu, LKM belum berani bersaing dalam hal tingkat suku bunga simpanan dengan lembaga lain, mengingat tingkat risiko penyaluran kredit mikro yang relatif besar," kata Mego.
Penurunan performa juga terlihat pada sektor intermediasi dan kepemilikan aset. OJK mencatat penyaluran pinjaman LKM per April 2026 sebesar Rp 1,01 triliun, terkontraksi 4,72% YoY.
>>> Bank Sentral Inggris dan Swiss Siap Umumkan Suku Bunga
Secara kumulatif, total nilai aset LKM per April 2026 mencapai Rp 1,58 triliun, mengalami kontraksi 1,86% YoY.
Update Terbaru
Serikat Buruh Marah: 1.000 Pekerja Pabrik Digantikan 50 Robot
Sabtu / 04-07-2026, 17:42 WIB
Futuris dan Sejarawan Uji Ketahanan Amerika di Usia 250 Tahun
Sabtu / 04-07-2026, 17:42 WIB
Trump Accounts Resmi Diluncurkan, Tawarkan Tabungan Anak dengan Dana Awal Rp16 Juta
Sabtu / 04-07-2026, 17:42 WIB
Cara Investasi Saham Amerika Serikat untuk Pemula Langkah demi Langkah 2026
Sabtu / 04-07-2026, 17:39 WIB
Perbedaan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo: Mana yang Tepat untuk Mobil Anda?
Sabtu / 04-07-2026, 17:39 WIB
Saya Mengubah Ponsel Android Setelah Menemukan Manajer File yang Menghemat Waktu
Sabtu / 04-07-2026, 17:39 WIB
Hugh Grant dan Anna Eberstein Hadiri Resepsi Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce di New York
Sabtu / 04-07-2026, 17:34 WIB
Apa Itu ByteDance? Perusahaan Induk TikTok yang Dikaitkan dengan Isu PHK Karyawan Tokopedia
Sabtu / 04-07-2026, 17:30 WIB
Pelatih Cape Verde Bangga Meski Gagal Kalahkan Argentina di Piala Dunia
Sabtu / 04-07-2026, 17:27 WIB
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate hingga 5 Juli
Sabtu / 04-07-2026, 17:27 WIB
KNEKS Dukung Rencana Sumbar Terbitkan Sukuk Daerah
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
Petani Merauke Keluhkan Solar, Mentan Amran Langsung Telepon Pertamina
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
Dua Pelanggaran Keras, Romero Bersih Kartu di Argentina vs Cape Verde
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
KPK Evaluasi OTT Langkat dan Kuansing yang Diduga Bocor
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB







