GM Pasang 50 Robot di Pabrik yang Baru PHK 1.000 Pekerja
General Motors (GM) memasang sekitar 50 robot kolaboratif baru di pabrik Factory Zero di Detroit. Robot-robot itu bekerja berdampingan dengan manusia untuk memasang panel bodi pada mobil.
Langkah ini terjadi hanya beberapa pekan setelah GM melunakkan komitmen kendaraan listriknya dan memberhentikan lebih dari 1.000 pekerja di pabrik yang sama.
>>> Honda Luncurkan Prelude Limited Edition 2027 dengan Warna Merah Mewah
Serikat pekerja mengecam keputusan tersebut.
Presiden UAW Local 22 James Cotton mengatakan robot-robot buatan Fanuc itu mengambil alih pekerjaan anggota serikat.
"Selalu menjadi kekhawatiran saat melihat robot datang ke pabrik, terutama setelah mereka memecat lebih dari seribu orang," ujarnya kepada Crain's Detroit.
Cotton menambahkan bahwa anggota serikat merasa jijik dengan kehadiran robot yang semakin banyak. UAW telah mengajukan keluhan resmi terhadap GM terkait penempatan robot dan masalah keselamatan kerja.
Alasan GM Menambah Robot
Juru bicara GM Kevin Kelly mengatakan robot dipasang sebagai bagian dari upaya menambah teknologi canggih di operasional perusahaan.
GM menyebut robot membantu meningkatkan keselamatan dan ergonomi serta menjaga fleksibilitas dan daya saing.
>>> Waymo Tarik Ribuan Robotaxi karena Gagal Deteksi Jalan Tertutup
GM mengonfirmasi bahwa puluhan unit robot telah ditambahkan sebagai bagian dari strategi otomatisasi yang lebih luas.
Namun, serikat pekerja menilai kontrak saat ini belum cukup melindungi pekerja dari dampak otomatisasi.
Profesor Wayne State University Marick Masters mengatakan UAW harus memperkuat bahasa kontrak terkait teknologi canggih. Menurutnya, jumlah jam kerja untuk membuat kendaraan telah turun 50-70 persen sejak 1980-an.
Pabrik Factory Zero, yang sebelumnya dikenal sebagai Detroit-Hamtramck, direnovasi beberapa tahun lalu untuk memproduksi kendaraan listrik secara eksklusif.
Namun, permintaan EV yang melambat menyebabkan pengurangan shift dan PHK.
Presiden UAW Shawn Fain menyebut otomatisasi dan kecerdasan buatan sebagai ancaman besar bagi cara hidup, ekonomi, dan sistem politik.
>>> Honda Prelude 2027 Edisi Terbatas Hadir di Jepang dengan Warna Baru, Harga Rp 600 Jutaan
"Kita sedang dalam pertarungan untuk kemanusiaan," tegasnya.
Update Terbaru
100 Daftar Nama Roblox Keren untuk Cowok, Lengkap dengan Tips Memilih
Rabu / 01-07-2026, 16:30 WIB
Adaptive Attack MLBB: Pengertian dan Cara Kerja Sistem Serangan Adaptif
Rabu / 01-07-2026, 16:30 WIB
Sosok Istri Baru Vanness Wu Terungkap, Benarkah Penyanyi Jepang?
Rabu / 01-07-2026, 16:29 WIB
Aniplus Asia Tayangkan Simulcast Anime Flaming Dodgeball Girl Danko
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Chris Brown Diperintahkan Bayar Rp200 Miliar Akibat Anjing Serang Pembantu
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Madras Community Food Pantry Kumpulkan $9.000 untuk Operasional
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
37 Siswa Diculik Kelompok Bersenjata di Borno, Nigeria
Rabu / 01-07-2026, 16:28 WIB
Netflix Tambah Film Laris dan Olahraga Langsung ke Katalog Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
Cara Cek Hasil Kelulusan UMPTKIN 2026 dan Langkah Setelah Lolos
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
5 Game Seru Penghasil Saldo DANA Asli, Cara Mudah Cuan 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:25 WIB
Gelombang Panas dan Badai Ancam Perayaan 4 Juli di AS
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
ABC Indonesia Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Lewat Program Manajemen Risiko BPOM
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB






