Khofifah: Bongkar Ratoon Kunci Perkuat Swasembada Gula Nasional
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa program bongkar ratoon atau peremajaan bibit tebu menjadi langkah penting dalam memperkuat pondasi swasembada gula nasional.
Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu Tahun 2026 di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis.
>>> UNICEF: 247 Anak Tewas di Lebanon Sejak Maret 2026
Bongkar ratoon adalah proses peremajaan tanaman tebu dengan membongkar dan mengganti tanaman lama yang sudah tiga kali dipanen atau lebih dengan bibit baru yang lebih unggul.
"Kegiatan hari ini memiliki makna yang sangat strategis, kita tidak hanya melaksanakan panen dan tanam tebu tetapi juga memperkuat pondasi dalam mewujudkan swasembada gula nasional," kata Khofifah.
Gubernur menyebutkan, target bongkar ratoon dan perluasan area tebu di Jawa Timur pada 2026 mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.
Rinciannya, bongkar ratoon seluas 48.315 hektare dan perluasan area tebu seluas 6.582 hektare.
Kebutuhan benih untuk bongkar ratoon mengandalkan bibit tebu unggul varietas Bululawang (BL) yang mampu menghasilkan produksi tebu lebih dari 110 ton per hektare, bahkan ada yang mencapai 150 ton per hektare.
>>> Kemendag Bantah Temuan Minyakita Dijual di Atas Rp20 Ribu
Khofifah mendorong sinergi antara pemangku kepentingan di daerah, mulai dari pemerintah, pabrik gula, hingga petani dengan Kementerian Pertanian untuk menyukseskan program bongkar ratoon 2026.
Jawa Timur berkontribusi terhadap 51 persen produksi gula nasional. Pada 2025, produksi gula kristal putih di provinsi itu mencapai sekitar 1,34 juta ton.
"Kami membangun ekosistem pergulaan dari hulu sampai hilir. Produksi petani harus terlindungi sehingga mereka mendapatkan kepastian pasar yang sehat," ujar dia.
Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Kuntoro Boga Andri menyatakan pihaknya mendukung penuh program bongkar ratoon melalui pendampingan budidaya, penyediaan benih unggul, penguatan kemitraan petani, dan penerapan mekanisme pertanian.
Ia menegaskan bahwa bongkar ratoon merupakan langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mewujudkan industri gula Indonesia yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
>>> NTB Tawarkan Investasi Hijau dan Pariwisata kepada Oman
"Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani untuk membangun industri gula yang lebih kuat dan berdaya saing," kata dia.
Update Terbaru
Ronald Koeman Mundur sebagai Pelatih Belanda Usai Tersingkir di Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 17:30 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Ancam 44 Juta Warga AS Jelang Libur 4 Juli
Rabu / 01-07-2026, 17:30 WIB
Bristol NHS Trust Pertimbangkan Satukan Layanan Darurat ke Satu Rumah Sakit
Rabu / 01-07-2026, 17:29 WIB
Polisi Chicago Cari Pelaku Percobaan Penculikan Anak di Portage Park
Rabu / 01-07-2026, 17:29 WIB
Gelombang Panas Ancam 44 Juta Orang Jelang Libur 4 Juli
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Anna Dawson, Pemeran Violet di Keeping Up Appearances, Meninggal di Usia 88
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Pendapatan Turun 5,9%, Sennheiser Tetap Investasi Riset Rp 911 Miliar
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Driver Ojol Resmi Jadi Pelaku Usaha Mikro per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Casio Luncurkan Lima Jam Tangan Otomatis Edifice EFK-200
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Janet Jackson Beri Tribut untuk Michael Jackson dan Tupac Shakur di BET Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Vario Evo 160 vs Lexi LX 155: Adu Skutik Dek Rata, Mana Lebih Unggul?
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Registrasi SIM Card Wajib Pakai Biometrik Wajah Berlaku, Cek Caranya
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Aplikasi yang Menguras Memori Ponsel Saya, Ternyata Ini Pelakunya
Rabu / 01-07-2026, 17:22 WIB
Meta Terapkan Biaya Berlangganan untuk Fitur Aksesibilitas Ray-Ban Meta
Rabu / 01-07-2026, 17:21 WIB






