Menteri LH: Pembeli minyak sawit wajib turut jaga lahan dari kebakaran
Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menekankan bahwa perusahaan besar pembeli akhir (end buyers) minyak sawit memiliki kewajiban untuk turut menjaga lahan dari kebakaran.
Pernyataan itu disampaikan Jumhur di Desa Mendol, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis.
>>> Kemenperin Dorong Daya Saing Industri Halal Lewat Halal Indo 2026
"Yang saya undang dengan sangat serius adalah end buyers crude palm oil (CPO) atau minyak sawit, agar punya tanggung jawab sosial," katanya.
Ia meminta end buyers memastikan CPO yang diproduksi oleh tanah dan masyarakat setempat digunakan untuk industri bernilai tambah tinggi, serta memastikan warga bahagia, selamat, dan tidak ada kebakaran.
Jumhur menegaskan, korporasi pemilik konsesi lahan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga lahan di area sekitarnya agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Mereka punya kewajiban atau tanggung jawab moral untuk memastikan lahan sekian kilometer bahkan di luar konsesi itu harus terjaga dengan baik tidak kebakaran," ucap Jumhur.
Namun, ia menambahkan, produsen juga perlu didukung tanggung jawab sosial dari end buyers produk CPO.
Menurut Jumhur, end buyers CPO sebagian besar merupakan perusahaan raksasa dan multinasional yang perlu terus menjalin komunikasi dengan warga sekitar untuk menjaga lingkungan.
>>> OJK Catat Penurunan Tabungan Lembaga Keuangan Mikro Konvensional per April 2026
"Silakan kalian bersatu, berdiskusi dengan masyarakat karena kalian mendapatkan value added atau keuntungan yang tinggi dari produksi pabrikasi yang dilakukan dari sumber CPO," katanya.
Upaya mitigasi karhutla
Sebagai upaya mitigasi karhutla, Menteri LH turut membangun sekat kanal di Kecamatan Kuala Kampar untuk membantu warga menjaga lahannya dari karhutla.
Jumhur menjelaskan, Indonesia membutuhkan pembangunan 540 ribu sekat kanal untuk mereduksi kebakaran mendekati nol.
Saat ini baru terbangun sekitar 50 ribu sekat kanal atau baru 10 persen.
Pembangunan sekat kanal merupakan gerakan bersama untuk menggenangi air seperti bendungan dengan membatasi debit air sehingga airnya bisa melimpah.
Setelah sekat kanal dibangun, KLH bersama pemerintah setempat akan mengoperasikan hujan buatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membasahi lahan gambut.
>>> InJourney Airports Kembangkan Empat Bandara untuk Tingkatkan Standar Layanan
"Dicari waktu yang tepat kemudian diadakan hujan sehingga airnya tertampung," tuturnya.
Update Terbaru
Sekai Project Rilis Visual Novel Jewelry Hearts Academia di Barat
Jumat / 03-07-2026, 06:35 WIB
Kyle Lowry Resmi Pensiun Bersama Toronto Raptors
Jumat / 03-07-2026, 06:35 WIB
Film Kompilasi Maebashi Witches Emoemories: Blooming Witches Tayang 23 Oktober di Jepang
Jumat / 03-07-2026, 06:31 WIB
Michael Weatherly Kembali ke NCIS untuk Arc Sepanjang Musim 24
Jumat / 03-07-2026, 06:31 WIB
Jack Smith Bicara Ancaman Dakwaan Federal di MS NOW
Jumat / 03-07-2026, 06:31 WIB
California Selatan Perketat Aturan Kembang Api Akibat Risiko Kebakaran
Jumat / 03-07-2026, 06:29 WIB
Trump Debuts Pesawat Air Force One Renovasi Rp6,4 Triliun, Perpustakaan Palsu Jadi Sorotan
Jumat / 03-07-2026, 06:29 WIB
Penumpang Gelisah Paksa Pendaratan Darurat Pesawat United Express
Jumat / 03-07-2026, 06:28 WIB
Michael Weatherly Kembali ke NCIS untuk Arc Musim 24
Jumat / 03-07-2026, 06:28 WIB
Telkom Akses Resmikan Laboratorium Fiber Optik di Nias Utara untuk Tingkatkan SDM Digital
Jumat / 03-07-2026, 06:28 WIB
Rating Pemain AS vs Bosnia: Bangkit Usai Kartu Merah
Jumat / 03-07-2026, 06:28 WIB
Habib Diarra Kecewa Senegal Kena Comeback Belgia: Rasanya Hancur!
Jumat / 03-07-2026, 06:26 WIB
Kontroversi Piala Dunia 2026: Dugaan FIFA Beri Perlakuan Khusus untuk Messi
Jumat / 03-07-2026, 06:26 WIB
DPRD Setujui Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda
Jumat / 03-07-2026, 06:26 WIB






