DPR Usul Motor Listrik Badan Gizi Nasional Dijual karena Mubazir
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago menyoroti pemanfaatan aset operasional Badan Gizi Nasional (BGN) dalam evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menyarankan agar sepeda motor listrik yang telah tersedia dijual kembali karena berpotensi mubazir. "Motor listrik dimanfaatkan untuk apa?
>>> Conduct Raih Pendanaan Seri A 60 Juta Dolar AS untuk AI Enterprise
Mubazir saja menurut saya, lebih baik di jual lagi saja, karena rata-rata kepala SPPG punya motor," kata Irma kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Penyesuaian Insentif dan Sasaran MBG
Irma juga menyoroti penyesuaian besaran insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, insentif harus dikalkulasikan secara proporsional berdasarkan volume distribusi makanan yang dikelola masing-masing satuan pelayanan.
"Insentif SPPG memang harus disesuaikan. Yang distribusi 3.000 dengan yang distribusi 2.500 dan yang 2.000 memang harus beda," ujarnya.
Ketua DPP NasDem itu mendorong penajaman sasaran penerima manfaat program dengan mengecualikan lembaga pendidikan menengah ke atas yang tergolong mandiri secara ekonomi.
Sebaliknya, wilayah dengan tingkat kerawanan sosial ekonomi tinggi harus tetap mendapat intervensi gizi.
"Siswa TK, SD, SMP dan SMA di sekolah elite tidak perlu diberi MBG.
Tapi untuk siswa SMA di wilayah miskin tidak apa-apa diberi MBG karena baik juga untuk meningkatkan imunitas tubuh," tuturnya.
>>> Menteri ESDM Wajibkan Penambang Dapatkan Izin Pencampuran Batu Bara
Irma juga meminta penertiban perizinan pada unit pelaksana yang sarana fisiknya tidak memenuhi kualifikasi teknis.
"SPPG yang tidak memadai bangunannya yang menggunakan rumah yang pada dasarnya sempit dan tidak bisa direnovasi kanan kiri sudah seharusnya dicabut izinnya," kata dia.
Tanggapan Badan Gizi Nasional
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengonfirmasi adanya rencana penataan ulang sistem pengupahan. Kompensasi bagi setiap unit kerja akan mengacu pada hasil verifikasi data riil penerima manfaat di lapangan.
"Iya, iya (evaluasi insentif). Nanti itu termasuk.
Setelah data penerima manfaat itu fix, ya, kami harapkan nanti insentifnya nggak fix Rp 6 juta semua kan," ujar Arumsari.
Mengenai pengadaan kendaraan roda dua berbasis baterai pada masa manajemen sebelumnya, BGN menegaskan komitmen mengoptimalkan seluruh barang yang telah dibeli menggunakan anggaran negara.
>>> Bandai Namco Umumkan Game Aksi Terbaru Gundam Rogue Orbit
"Tapi prinsip secara umum yang sudah keluar di 2025, karena uang negara sudah keluar harus kita maksimalkan pemanfaatannya itu," ujarnya.
Update Terbaru
Penonton Film Korea Melonjak 75 Persen pada Semester I
Minggu / 05-07-2026, 12:58 WIB
Cara Cek Saldo 3 Bansos PKH di Rekening BNI yang Cair Merata 2026
Minggu / 05-07-2026, 12:50 WIB
Cara Optimalkan 9 Fitur Rahasia WhatsApp 2026 untuk Chat Aman dan Cepat
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Bripda Nopandri Ditemukan Tewas Usai Hilang saat Penggerebekan Narkoba
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Maroko Ancaman Serius bagi Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Kunjungan PM Singapura, Polisi Atur Lalu Lintas di 8 Ruas Jalan Jakarta
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Jadwal Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 12:49 WIB
Kembang Api Meriahkan Langit New York Rayakan HUT ke-250 AS
Minggu / 05-07-2026, 12:47 WIB
Ketum Viking: Terkejut dengan Rekrutan Anyar Persib, Notsuda dan Ragnar
Minggu / 05-07-2026, 12:47 WIB
Harga HP Naik Terus, David Gadgetin Ungkap Waktu Terbaik Ganti Ponsel Baru
Minggu / 05-07-2026, 12:47 WIB
Brandon Woodruff Cedera Bahu Lagi, Brewers Kalah dari Diamondbacks
Minggu / 05-07-2026, 12:43 WIB
12 Drama Korea Baru Tayang Juli 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
Minggu / 05-07-2026, 12:43 WIB
Penembakan di Westgate Glendale, Pelaku Masih Buron
Minggu / 05-07-2026, 12:42 WIB
Kembang Api di BMO Stadium Meledak ke Arah Penonton, Evakuasi Dilakukan
Minggu / 05-07-2026, 12:42 WIB







