Isu Capres Wajib Dukungan 3 Parpol, DPR: Masih Terlalu Dini
Wacana pembatasan pencalonan presiden dan wakil presiden melalui revisi Undang-Undang Pemilu memicu polemik di parlemen.
Namun, isu tersebut mendapat respons keras dari pimpinan Komisi II DPR yang menilai pembahasannya masih terlalu dini.
>>> Redmi Dikabarkan Siapkan Ponsel Layar 7 Inci untuk Performa Berat
Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu belum resmi masuk tahap pembahasan di komisinya.
Ia menganggap kekhawatiran yang disampaikan anggota DPR Fraksi Demokrat Benny K. Harman terlalu jauh.
"Menurut saya ya, kita jangan memprediksi terlalu jauh sesuatu yang belum kita kerjakan," kata Rifqi di kompleks parlemen.
Rifqi mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah anggota Fraksi Demokrat, termasuk Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf.
Dari komunikasi tersebut, ia tidak menemukan informasi yang menguatkan isu yang diangkat Benny dalam artikel opininya.
"Saya sudah komunikasi juga dengan teman-teman, misalnya dari Fraksi Demokrat, ada wakil kami Kang Dede Yusuf dari Demokrat, ya sama, kita juga belum dapat info dari mana-mana," ujarnya.
>>> Lamine Yamal Pamer Dua Tas Hermes Sekaligus, Warna Mencolok
Menurut Rifqi, spekulasi yang berkembang justru berpotensi mengganggu soliditas serta komunikasi politik di dalam koalisi.
Ia memastikan setiap pembahasan terkait RUU Pemilu nantinya akan dilakukan secara terbuka demi menghasilkan perbaikan sistem pemilu.
"Kita kan ingin membahas ketentuan UU Pemilu ini dengan penuh keterbukaan, transparansi, dan optimisme," ucap dia.
Sebelumnya, Benny K. Harman menyampaikan kekhawatirannya melalui artikel opini di Harian Kompas.
Ia menyinggung kemungkinan aturan baru yang membatasi pencalonan pasangan presiden dan wakil presiden pada pemilu berikutnya.
>>> Square Enix Buka Peluang Final Fantasy 15 Hadir di Switch 2
Benny menilai terdapat indikasi regulasi pemilu ke depan dapat mengharuskan pasangan calon hanya bisa diusung jika memperoleh dukungan minimal tiga partai politik yang memiliki kursi di parlemen.
Update Terbaru
Aksi Teatrikal di Unair Kritik Latihan Militer Kopdes Tewaskan Peserta
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Mental Baja Vozinha: Larang Rekan Menangis usai Ditekuk Argentina
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Sertijab Kakorlantas, Irjen Agus Titip Pesan ke Irjen Wibowo
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Hasil Uji Coba: Cetak Gol Telat, Malaysia U-17 Tahan Imbang Indonesia
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Museum Nintendo Tembus 800.000 Pengunjung Sejak Dibuka
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Rumor GTA 6: Versi Switch 2 Diklaim Atasi Hambatan Teknis
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Paus Leo XIV Berdoa untuk Migran di Lampedusa Tepat Hari Kemerdekaan AS
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Link Live Streaming Kanada vs Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Kenapa Fan Antusias dengan Pernikahan Taylor Swift? Ini Kata Psikolog
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Star Fox Jadi Game Terlaris di eShop Nintendo Switch 2 Jepang Juni 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Aspyr Pilih Kualitas Visual daripada 60 FPS di Rise of the Tomb Raider Switch 2
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Capcom Ingin Perluas Jangkauan Mega Man Menjelang 40 Tahun Seri
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Danganronpa 2×2 Ditunda ke Awal 2027, Spike Chunsoft Konfirmasi
Sabtu / 04-07-2026, 22:21 WIB
Ferrari Rebut Pole Sprint Kejutan di GP Inggris
Sabtu / 04-07-2026, 22:17 WIB







