Waspadai Bahaya Konsumsi Telur Berlebihan bagi Kesehatan Pencernaan
Telur merupakan salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang kaya akan vitamin A, D, B12, selenium, dan zinc.
Namun, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan pencernaan.
>>> Belanda vs Jepang Imbang 2-2 di Piala Dunia 2026
Kandungan protein tinggi dalam telur memberikan tekanan ekstra pada sistem pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Kondisi ini rentan memicu masalah lambung seperti perut kembung, gas berlebih, kenaikan asam lambung, dan rasa begah setelah makan.
Selain itu, sebagian orang memiliki sensitivitas ringan atau alergi tersembunyi terhadap telur.
Hal ini dapat memicu rasa mual dan sakit perut, sehingga pengurangan asupan atau konsultasi dengan dokter disarankan jika gejala terus berulang.
Efek Samping dan Risiko Kesehatan Lainnya
Reaksi alergi akibat konsumsi telur berlebih juga bisa bermanifestasi pada kulit berupa iritasi ringan.
Dampak lain yang tidak kalah penting adalah risiko ketidakseimbangan asupan nutrisi harian karena terlalu bergantung pada telur sebagai sumber protein utama.
Bagi individu dengan riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung, konsumsi telur harus dibatasi secara ketat.
>>> Ramalan Zodiak Aries, Taurus, dan Gemini: Emosi, Keuangan, dan Asmara
Proses pengolahan juga berperan penting; memasak telur dengan mentega, keju, atau daging olahan dalam jumlah banyak tidak disarankan karena dapat meningkatkan kadar lemak jenuh.
Panduan Porsi dan Cara Masak yang Sehat
Takaran ideal konsumsi telur bersifat personal, dipengaruhi oleh usia, gaya hidup, dan riwayat medis.
Ahli gizi Rupali Datta menjelaskan bahwa orang dewasa sehat dapat mengonsumsi 1 butir telur per hari dengan frekuensi 3–4 kali seminggu sebagai bagian dari diet seimbang.
Anak-anak diperbolehkan mengonsumsi 1 butir telur setiap hari untuk mendukung pertumbuhan.
Sementara itu, penderita kolesterol tinggi atau gangguan jantung disarankan membatasi konsumsi hingga 3 butir per minggu, atau sesuai rekomendasi dokter.
Metode memasak yang paling dianjurkan adalah merebus, mengukus, atau membuat orak-arik tanpa minyak berlebih.
>>> Ruben Onsu Pilih Tenangkan Diri dan Berdoa Hadapi Konflik dengan Sarwendah
Menyajikan telur bersama sayuran atau biji-bijian utuh menjadi langkah terbaik untuk mengoptimalkan manfaatnya bagi tubuh.
Update Terbaru
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






