Keadilan Umar bin Abdul Aziz: Bukti Nyata Berantas Kemiskinan
Kepemimpinan yang adil dan berpihak pada rakyat kecil melekat pada sosok Khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam sejarah peradaban Islam.
Masa pemerintahannya terhitung sangat singkat, yakni hanya sekitar dua tahun lima bulan antara tahun 717 hingga 720 Masehi.
>>> Ancol Targetkan 720 Ribu Kunjungan Selama Libur Sekolah
Pemimpin dari Dinasti Umayyah ini sukses meninggalkan warisan besar yang membuatnya dikenang hingga sekarang.
Sejumlah sejarawan mencatat ia berhasil menghapus praktik penyalahgunaan kekuasaan, menekan kesenjangan ekonomi, serta mendongkrak kesejahteraan publik.
Penurunan tingkat kemiskinan terjadi secara drastis pada masa pemerintahannya.
Bahkan, beberapa riwayat menyebutkan bahwa petugas zakat sampai mengalami kesulitan untuk mencari masyarakat yang berhak menerima bantuan.
Warisan Ketimpangan dari Rezim Sebelumnya
Distribusi kekayaan belum merata ketika Umar bin Abdul Aziz pertama kali naik takhta, meskipun wilayah Islam sangat luas dan pendapatan negara melimpah.
Kemewahan berlebih dinikmati oleh kelompok elite tertentu, sementara masyarakat di berbagai daerah masih hidup serba terbatas.
Kekayaan negara pada masa itu cenderung terpusat pada lingkaran keluarga penguasa dan pejabat.
Dr. Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi dalam buku Fikih Ekonomi Umar bin Khattab menjelaskan bahwa ketimpangan tersebut dipicu oleh buruknya distribusi harta dan lemahnya pengawasan aparat, bukan karena kurangnya sumber daya.
Langkah awal pemerintahan Umar bin Abdul Aziz dimulai dengan membersihkan birokrasi dari praktik merugikan.
Ia menegaskan bahwa posisi jabatan adalah amanah yang dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, bukan alat untuk memperkaya diri.
Larangan memanfaatkan kekuasaan demi keuntungan pribadi diberlakukan secara ketat kepada seluruh pejabat negara.
Aset-aset yang diperoleh secara tidak sah selama menjabat diperiksa kembali untuk dikembalikan kepada pemilik aslinya.
Update Terbaru
Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp2,625 Juta per Gram
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Inggris Investasi Rp 7,2 Triliun untuk Gantikan Jet Red Arrows yang Menua
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
Hasil Piala Dunia: Meksiko Kalahkan Ekuador 2-0, Lolos ke 16 Besar
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
Bupati Bangkalan Minta Kematian Sekdin di Bandara Juanda Diusut Tuntas
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
KPK: Ketum Pemuda Pancasila Diduga Kuasai Aset Hasil Korupsi Rita Widyasari
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Daftar 7 Tim Negara Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Prabowo Klaim Dapur MBG Polri Terbaik, Netizen: Kamu Diketawain Negara Lain
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Giorgio Antonio Minta Netizen Hentikan Hujatan terhadap Sarwendah, Siap Jadi Sasaran Kritik
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Pemadaman Listrik Ikut Tekan Kinerja Industri Manufaktur pada Juni 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Google Uji Coba Gmail Live untuk Android dan iOS, Ini Fungsinya
Rabu / 01-07-2026, 11:55 WIB
Warga 16 Negara Ini Bisa Masuk Indonesia Tanpa Visa, Termasuk Kamboja
Rabu / 01-07-2026, 11:55 WIB
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun, Hotman Paris: Saya Sudah Peringatkan
Rabu / 01-07-2026, 11:55 WIB
Inggris Tutup 20 Hotel Suaka Lagi, Alihkan Migran ke Fasilitas Bekas Militer
Rabu / 01-07-2026, 11:50 WIB






