Kementerian ESDM Pastikan Batu Bara Bukan Penyebab Pemadaman di Jawa
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa beberapa waktu terakhir bukan akibat kelangkaan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.
Pemerintah membantah adanya risiko krisis energi seperti penurunan hari operasi pembangkit (HOP) yang dikhawatirkan masyarakat. Koordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN terus ditingkatkan.
>>> Hwang In-beom Bintang Kemenangan Korea Selatan atas Ceko di Piala Dunia 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menggelar pertemuan dengan jajaran manajemen PLN untuk mengevaluasi pasokan secara menyeluruh. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dijadwalkan merancang langkah mitigasi komprehensif bersama PLN.
"Secara umum sih tidak ada, seharusnya tidak ada [kelangkaan pasokan batu bara].
Sejak awal kan sudah diputuskan berapa kebutuhan PLN batu baranya," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika.
IESR Soroti Keandalan Sistem Kelistrikan
Sebelumnya, Institute for Essential Services Reform (IESR) mempertanyakan keandalan sistem kelistrikan menyusul pemadaman bergilir di Jawa pada 9–10 Juni 2026.
Pemadaman selama tiga hari itu dinilai merugikan konsumen secara finansial.
>>> Pemerintah Perlu Kaji Kenaikan PTKP untuk Lindungi Daya Beli Kelas Menengah
IESR mendesak penjelasan transparan dari Kementerian ESDM dan PLN mengenai kondisi riil keandalan pasokan listrik.
"Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab pemadaman listrik, antara lain minimnya cadangan daya, gangguan pasokan bahan bakar, jadwal perawatan pembangkit yang tidak sinkron, hingga gangguan transmisi.
Investigasi menyeluruh bisa menjawab pemicu dan penyebab utama pemadaman," ujar CEO IESR, Fabby Tumiwa.
Menurut IESR, gangguan pada satu pembangkit atau elemen jaringan di sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) seharusnya tidak meluas dengan mudah.
>>> Malam 1 Suro 2026: Jadwal, Makna, dan Tradisi Budaya di Pulau Jawa
Antisipasi dapat dilakukan melalui ketersediaan cadangan daya, sistem proteksi, dan redundansi jaringan yang memadai.
Update Terbaru
Australia Tersingkir, Strategi Ganti Kiper Saat Adu Penalti Gagal
Sabtu / 04-07-2026, 05:58 WIB
Kemenkes Turun Tangan Tangani Warga ISPA Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin
Sabtu / 04-07-2026, 05:57 WIB
Kenapa Penumpang Pesawat Dianjurkan Banyak Minum Air?
Sabtu / 04-07-2026, 05:57 WIB
Messi Bobol Cape Verde, Argentina Unggul 1-0 di Babak Pertama
Sabtu / 04-07-2026, 05:57 WIB
Babak 1 Piala Dunia 2026: Messi Cetak Gol, Argentina Unggul
Sabtu / 04-07-2026, 05:57 WIB
5 Easter Egg dalam Minions and Monsters
Sabtu / 04-07-2026, 05:57 WIB
Jaksa Tuntut Hukuman Penjara untuk Mantan Hakim Milwaukee
Sabtu / 04-07-2026, 05:50 WIB
Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Menikah di Madison Square Garden
Sabtu / 04-07-2026, 05:50 WIB
Caitlin Clark Kecam Pelecehan di Tengah Debat Keamanan Pemain WNBA
Sabtu / 04-07-2026, 05:50 WIB
Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce: Tamu Selebriti Padati Madison Square Garden
Sabtu / 04-07-2026, 05:50 WIB
Pasangan di Maine Selamatkan Anak Rusa dari Serangan Beruang
Sabtu / 04-07-2026, 05:49 WIB






