Penumpang pesawat dianjurkan untuk banyak minum air putih, terutama saat menempuh penerbangan jarak jauh. Anjuran ini bukan tanpa alasan.

Selama berada di dalam pesawat, tubuh berisiko kehilangan cairan lebih cepat dibandingkan saat beraktivitas di darat.

>>> Messi Bobol Cape Verde, Argentina Unggul 1-0 di Babak Pertama

Kondisi tersebut dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari rasa haus, mulut kering, hingga tubuh terasa lebih lelah dari biasanya.

Alasan penumpang pesawat dianjurkan banyak minum air

Kabin pesawat memiliki tingkat kelembapan udara yang jauh lebih rendah dibandingkan di daratan. Udara yang kering membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui kulit dan setiap embusan napas.

Akibatnya, penumpang bisa mengalami gejala dehidrasi seperti rasa haus, mulut kering, sakit kepala, kelelahan, hingga pusing. Risiko ini meningkat pada penerbangan berdurasi panjang.

Dokter spesialis kedokteran perjalanan Anamaría Teino menjelaskan, pada ketinggian jelajah pesawat, udara menjadi lebih kering dan kadar oksigen lebih rendah.

Karena itu, tubuh membutuhkan asupan cairan lebih banyak.

"Untuk setiap jam berada di pesawat, sebaiknya minum sekitar 0,2 hingga 0,4 liter air," ujar Teino.

Kelembapan di dalam kabin biasanya sekitar 20 persen. Kelembapan rendah dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi mata bagi orang yang sensitif.

Kebutuhan cairan tentu berbeda pada setiap orang. Gejala seperti sakit kepala, kelelahan, mual, dan mulut kering menjadi tanda mudah dikenali saat tubuh kekurangan cairan.

Risiko dehidrasi perlu lebih diperhatikan pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil karena mereka lebih rentan.

>>> Babak 1 Piala Dunia 2026: Messi Cetak Gol, Argentina Unggul

Cara tetap terhidrasi saat naik pesawat

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan penumpang pesawat agar tetap terhidrasi selama penerbangan.