Bintang Indiana Fever, Caitlin Clark, mengecam keras pelecehan dan ujaran kebencian yang terus dialami dirinya, rekan setim, dan pemain lawan di WNBA.

Pernyataan itu disampaikan dalam sesi latihan tim pada Jumat, 3 Juli 2026, menyusul meningkatnya serangan daring dan ancaman pembunuhan terhadap pemain setelah sejumlah insiden fisik di lapangan.

>>> Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce: Tamu Selebriti Padati Madison Square Garden

Clark menegaskan bahwa perilaku toksik tersebut tidak dapat ditoleransi. "Pelecehan, kebencian.

Tidak ada yang boleh terjadi," ujarnya.

Ia juga menyoroti sorotan media yang berlebihan terhadap insiden antara dirinya dan forward Phoenix Mercury, Alyssa Thomas.

"Saat saya menyalakan TV pada hari Minggu, padahal pertandingan itu hari Rabu, dan itu yang terus dibicarakan. Saya rasa itu sangat merugikan liga kami," kata Clark.

Clark mengaku frustrasi dengan narasi yang terus dipaksakan. "Terus-menerus menghantam dan menghantam hingga narasinya dibawa ke tempat lain yang benar-benar tidak bisa diterima," tambahnya.

Pemain berusia 24 tahun itu menegaskan bahwa ia bukan robot. "Saya punya emosi, perasaan.

Dan bisa sangat sulit menjalani semua ini," ungkapnya.

Mengenai pelanggaran keras yang dilakukan Thomas, Clark menilai wasit dan liga harus lebih baik dalam melindungi pemain. "Saya pikir itu pelanggaran flagrant.

Wasit kami harus lebih baik. Liga harus lebih baik dalam melindungi pemain," tegasnya.

>>> Pasangan di Maine Selamatkan Anak Rusa dari Serangan Beruang

Clark juga membantah pemberitaan yang menyebut musimnya tidak menyenangkan. Sebuah headline The Athletic berbunyi, "Musim Ini Segalanya Kecuali Menyenangkan, Penuh Frustrasi bagi Clark dan Fever."

Clark menyatakan, "Tidak ada yang pernah bertanya itu pada saya. Itu salah!"