Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Ubah Pola Mobilitas Perkotaan
Meski demikian, pemerintah terus mengkaji berbagai skema mitigasi apabila kenaikan biaya energi mulai memengaruhi biaya operasional sektor transportasi.
Pemerintah pada saat yang sama juga memperluas layanan transportasi massal di sejumlah daerah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah pengembangan sistem bus rapid transit (BRT) di Bandung dan Medan yang didanai pemerintah pusat.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, ke transportasi umum.
Menurut Aan, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui peningkatan kenyamanan, ketepatan waktu, serta pengaturan headway yang lebih baik.
Pemerintah daerah juga didorong untuk mengalokasikan anggaran bagi pengembangan angkutan umum.
“Kami sudah terus mengingatkan para kepala daerah untuk mengalokasikan anggaran untuk angkutan umum, terutama di perkotaan,” tuturnya.
Meski sejumlah daerah telah mengoperasikan layanan Buy The Service (BTS) dan sistem transportasi massal lainnya, jumlahnya masih terbatas.
Hingga kini, baru 42 dari 514 pemerintah daerah yang mengalokasikan APBD untuk pengembangan transportasi umum modern.
Daya Beli Kelas Menengah Tertekan
Dampak kenaikan harga Pertamax diperkirakan paling terasa bagi kelompok menengah perkotaan yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai kenaikan harga BBM akan mengurangi porsi pendapatan yang dapat digunakan untuk konsumsi lain karena pengeluaran transportasi menjadi lebih besar.
Jika pada saat yang sama tarif transportasi umum juga naik, ruang penyesuaian keuangan rumah tangga akan makin sempit.
Kondisi itu berpotensi mendorong masyarakat menunda sejumlah konsumsi nonesensial, seperti rekreasi, makan di luar rumah, atau pembelian barang tahan lama.
Update Terbaru
Meksiko Unggul 2-0 atas Ekuador di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Secara Utuh
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Prabowo Puji 1.000 SPPG Polri: Dapur MBG Terbaik
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Mahfud MD Sebut Vonis Anak Buah Jadi Pintu Masuk Jerat Nadiem Makarim
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Dianugerahi Medali Kehormatan Polri di Hari Bhayangkara ke-80
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
PDIP Kirim Surat ke BGN Minta Data Dugaan Keterlibatan Kader di Program MBG
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Soroti Peran Besar Polri di Ketahanan Pangan, Sebut Gudang Jagung hingga Desa Jadi Bukti Nyata
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB






