OJK: Penundaan Insentif Berpotensi Hambat Pembiayaan Kendaraan Listrik
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa penundaan insentif kendaraan listrik oleh pemerintah berpotensi memengaruhi permintaan pembiayaan dari industri multifinance.
Kebijakan pemerintah yang menunda peluncuran insentif pembelian kendaraan listrik dari target awal Juni 2026 diperkirakan berdampak pada sektor pembiayaan.
>>> Cara Daftar PPPK Sekolah Rakyat 2026 Melalui Portal SSCASN BKN
"Sehingga penundaan peluncuran insentif berpotensi memengaruhi akselerasi permintaan pembiayaan kendaraan listrik," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban RDK OJK Mei 2026, dikutip Rabu (10/6/2026).
Meski demikian, penyaluran pembiayaan untuk kendaraan listrik oleh industri multifinance mencatatkan performa positif.
Sektor ini tumbuh 32,05% year on year (YoY) hingga mencapai Rp23,39 triliun pada April 2026.
Agusman berpendapat bahwa meski pertumbuhan saat ini tetap positif, penundaan insentif dan dinamika perekonomian global menjadi faktor penentu yang dapat memengaruhi permintaan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan ke depan.
>>> IIMS Surabaya 2026 Catat Transaksi Rp336 Miliar, Lampaui Target
"Adapun, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih cukup baik, didukung oleh pengembangan ekosistem serta efisiensi biaya operasional kendaraan listrik," jelasnya.
Kendati menghadapi tantangan penundaan insentif, OJK tetap memproyeksikan pembiayaan kendaraan listrik memiliki prospek cerah sepanjang tahun 2026.
Optimisme ini didasari oleh penguatan ekosistem, dukungan kebijakan transisi energi, dan meningkatnya kesadaran lingkungan masyarakat.
Secara keseluruhan, piutang pembiayaan pada industri multifinance per April 2026 tumbuh 2,08% YoY menjadi Rp514,65 triliun.
>>> IHSG 10 Juni 2026 Menguat 2,34 Persen, Saham Blue Chip Jadi Motor
Tingkat Non Performing Financing (NPF) gross berada di angka 2,89%, sedangkan NPF net tercatat sebesar 0,78% dengan gearing ratio 2,14 kali.
Update Terbaru
Timnas Indonesia Waspadai Vietnam di Piala AFF 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Link Live Streaming Australia vs Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Viral Staf Timnas Mesir Ribut dengan Polisi, Nyaris Adu Jotos
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Profil David Nascimento, Pelatih Indonesia U-17 Eks Asisten Van Gaal
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Sinopsis Archives: The Nanyang Mystery, Drama Misteri Zhang Xincheng dan Ding Yuxi
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Dari Hutan Ranjuri, Anto Ubah Daun Gugur Jadi Pewarna Alami Batik Valiri
Jumat / 03-07-2026, 23:46 WIB
4 Rekomendasi Shampo Non SLS yang Aman Dipakai Setiap Hari
Jumat / 03-07-2026, 23:46 WIB
Michelin Guide Resmi Hadir di Selandia Baru, Ini Daftar Restoran Berbintang 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:46 WIB
Tangis Cristiano Ronaldo saat Kenakan Jersey No.21, Tanda Penghormatan untuk Diogo Jota
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Susunan Pemain Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Xhaka Vs Mahrez
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Rating Pemain Spanyol Usai Tekuk Austria, Layak Jadi Kandidat Juara?
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Tiga Mantan Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78,81 Miliar Impor Barang Tiruan
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Antisipasi Kekeringan di Sukra Indramayu, Kementan Pasok Pompa Air untuk 1.945 Hektare Lahan
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Kemenperin Dorong Kawasan Industri Pangkas Emisi, IWIP Masuk Program NZIP
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB






