Kemenpar Wajibkan Airbnb, Booking.com, dan Agoda Buka Kantor Resmi di Indonesia Mulai 2026
Pemerintah Indonesia memastikan platform agen perjalanan daring asing seperti Airbnb, Booking. com, dan Agoda wajib memiliki kantor resmi di Indonesia mulai tahun 2026.
Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan transaksi keuangan dan kepatuhan pajak dari platform yang selama ini beroperasi tanpa kehadiran fisik di dalam negeri.
>>> Ekspedisi Overland Nasional: Banyuwangi Jadi Panggung Petualangan 2026
Urgensi Kehadiran Kantor Fisik
Anggota Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti legalitas penginapan yang dipasarkan melalui platform tersebut.
Ia menekankan pentingnya OTA asing mengikuti jejak pelaku usaha lain yang sudah memiliki kantor di Indonesia.
Menurut Evita, aliran devisa dari transaksi akomodasi selama ini tidak terpantau jelas karena sistem pembayaran langsung ke luar negeri.
Dengan kantor resmi, perlindungan konsumen dan negara akan lebih terjamin.
Evita juga menegaskan platform bertanggung jawab memastikan setiap akomodasi yang dijual memiliki izin usaha sah.
Respons Kementerian Pariwisata
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengonfirmasi pemerintah tengah memproses dua kebijakan utama.
Pertama, penataan perizinan bagi penyedia platform OTA. Kedua, legalitas unit akomodasi itu sendiri.
Ni Luh setuju bahwa ketiadaan kantor fisik menyebabkan aktivitas ekonomi di luar jangkauan pengawasan domestik.
Pemerintah mendorong OTA asing beroperasi penuh di dalam negeri agar perputaran uang tetap di Indonesia.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, menjelaskan teknis pengawasan.
Pemerintah mengupayakan sinkronisasi data antara OTA dan sistem perizinan nasional.
Rizki mengungkapkan komunikasi dengan perwakilan OTA asing telah dilakukan.
Pemerintah meminta setiap pengelola akomodasi mencantumkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada profil mereka.
Respons dari platform digital cukup positif dan mereka menyatakan kesediaan bekerja sama.
Update Terbaru
Jokowi Tolak Tunjukkan Ijazah ke Publik, Kuasa Hukum Buka Suara
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Kejagung Serahkan Berkas Oknum TNI Aktif ke Jaksa Militer Terkait Korupsi Motor Listrik Rp1 Triliun
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Prabowo Akui Bali Dilirik Jadi Pusat Finansial Internasional
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Modus Monopoli Ompreng MBG, Seret Jenderal Polisi Aktif
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Sebelum Praperadilan: Itu Sangat Menguntungkan
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Jokowi Klaim Tak Wajib Tunjukkan Ijazah Asli ke Publik, Dilindungi UU
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Oppo Enco Air 5 Resmi Meluncur di India dengan ANC 52dB dan Baterai 54 Jam
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Sutradara Ghost in the Shell Pastikan Tidak Ada GenAI dalam Remake
Jumat / 03-07-2026, 01:43 WIB
Masalah di Balik Perangkat AI Rahasia SpaceX
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Meta Ketergantungan pada AI Google, Zuckerberg Dipermalukan
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Kingdom Come: Deliverance Board Game Hadir Musim Gugur 2026, Kental dengan Elemen RPG
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Jennifer Holland Ungkap Alasan James Gunn Sering Rekrut Teman di Filmnya
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Jennifer Holland Ungkap Alasan James Gunn Sering Rekrut Teman di Filmnya
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Capcom Majukan Rilis Onimusha: Way of the Sword ke September 2026
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB






