Mengejutkan, Begini Cara Rifaldy Pakai AI Buat Riset Palsu di Konferensi Dunia 2026
Sebagian besar konferensi hanya mensyaratkan pengiriman abstrak atau ringkasan karya. Kesempatan ini ia manfaatkan dengan membuat karya yang terkesan canggih namun tidak berdasar pada fakta nyata.
Teknik manipulasi data menggunakan AI meliputi:
- Meminta AI membuat kode pemrograman yang diolah menjadi narasi riset.
- Menggunakan model matematika atau machine learning dengan parameter angka tanpa data lapangan asli.
- Memasukkan data acak atau tidak relevan ke ChatGPT untuk diproses menjadi analisis profesional.
- Menerapkan metode proof of concept dengan dummy data atau teknik resampling data.
Rifaldy berdalih dalam model penelitiannya, penggunaan data asli tidak bersifat mutlak karena lebih menekankan simulasi sistem.
Namun, ia mengakui ketergantungan pada AI sudah sangat berlebihan sehingga batas antara karya orisinal dan hasil AI menjadi kabur.
>>> Tiga Pembalap Terancam Absen di MotoGP Italia 2026, Termasuk Marc Marquez
Penggunaan AI yang dikombinasikan dengan teknik simulasi data membuatnya sulit menjelaskan alur penelitian. Prosesnya sangat tumpang tindih antara instruksi yang ia berikan dan hasil otomatisasi platform AI.
Konsekuensi dan Upaya Penarikan Karya
Rifaldy mengakui seluruh tindakannya didorong ambisi pribadi mengejar hibah dana dan eksistensi internasional.
Ia sadar telah melanggar kode etik akademis karena bertindak sewenang-wenang tanpa mempertimbangkan dampak bagi institusi yang dicatut.
Sebagai bentuk tanggung jawab, ia menyatakan siap mengikuti proses hukum atau sanksi dari UMB.
Pihak kampus telah mendesak Rifaldy untuk segera menarik seluruh karya ilmiah yang telah menyebar di berbagai platform konferensi.
Mayoritas karya masih dalam bentuk abstrak untuk presentasi poster atau oral, belum mencapai full paper. Rifaldy sudah mulai mengirimkan email permohonan penarikan kepada penyelenggara konferensi.
Baru dua karya yang mendapatkan respons resmi untuk ditarik dari daftar publikasi. Beberapa karya sulit ditarik karena kegiatan sudah berlangsung sejak 2024.
Kasus ini menjadi sorotan tajam setelah viral di media sosial dan mendapat perhatian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Praktik ini dinilai dapat memberikan citra negatif bagi komunitas peneliti Indonesia di mata dunia.
Rifaldy Fajar merupakan alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
>>> Persib Cetak Hattrick Juara, Glenn Sugita Akui BRI Super League 2026 Sangat Berat
Pihak UNY menegaskan tindakan tersebut adalah aksi individu yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan akademik resmi di kampus mereka.
Update Terbaru
Ronald Koeman Mundur sebagai Pelatih Belanda Usai Tersingkir di Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 17:30 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Ancam 44 Juta Warga AS Jelang Libur 4 Juli
Rabu / 01-07-2026, 17:30 WIB
Bristol NHS Trust Pertimbangkan Satukan Layanan Darurat ke Satu Rumah Sakit
Rabu / 01-07-2026, 17:29 WIB
Polisi Chicago Cari Pelaku Percobaan Penculikan Anak di Portage Park
Rabu / 01-07-2026, 17:29 WIB
Gelombang Panas Ancam 44 Juta Orang Jelang Libur 4 Juli
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Anna Dawson, Pemeran Violet di Keeping Up Appearances, Meninggal di Usia 88
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Pendapatan Turun 5,9%, Sennheiser Tetap Investasi Riset Rp 911 Miliar
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Driver Ojol Resmi Jadi Pelaku Usaha Mikro per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Casio Luncurkan Lima Jam Tangan Otomatis Edifice EFK-200
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Janet Jackson Beri Tribut untuk Michael Jackson dan Tupac Shakur di BET Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Vario Evo 160 vs Lexi LX 155: Adu Skutik Dek Rata, Mana Lebih Unggul?
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Registrasi SIM Card Wajib Pakai Biometrik Wajah Berlaku, Cek Caranya
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Aplikasi yang Menguras Memori Ponsel Saya, Ternyata Ini Pelakunya
Rabu / 01-07-2026, 17:22 WIB
Meta Terapkan Biaya Berlangganan untuk Fitur Aksesibilitas Ray-Ban Meta
Rabu / 01-07-2026, 17:21 WIB






