Fosil Homo Habilis Picu Perdebatan Ulang Asal Usul Manusia
Karena itu, sejumlah ilmuwan mulai mempertanyakan apakah Homo habilis sebenarnya lebih dekat dengan australopithecus dibanding manusia modern.
Ahli paleoantropologi dari George Washington University, Bernard Wood, mengatakan definisi genus Homo mungkin selama ini diperluas terlalu jauh.
>>> 13 Restoran All You Can Eat Murah di Bogor, Mulai Rp20 Ribu
Bersama arkeolog Mark Collard dari Simon Fraser University, Wood sebelumnya bahkan mengusulkan agar Homo habilis dipindahkan ke genus Australopithecus.
Spesies ini akan dinamai ulang menjadi Australopithecus habilis.
Meski demikian, tidak semua ilmuwan setuju dengan usulan pemindahan genus tersebut.
Tattersall sendiri menilai Homo habilis tetap memiliki ukuran otak dan struktur gigi yang lebih mendekati manusia dibanding australopithecus.
Menurutnya, spesies ini mungkin layak ditempatkan dalam genus tersendiri.
Sementara itu, antropolog Carol Ward dari University of Missouri berpendapat bahwa lengan panjang belum cukup untuk mengeluarkan Homo habilis dari genus Homo.
Menurut Ward, nenek moyang manusia awal kemungkinan masih sering memanjat pohon sehingga lengan panjang tetap berguna.
Adaptasi menuju tubuh manusia modern, katanya, mungkin berlangsung jauh lebih bertahap daripada yang selama ini diperkirakan.
Ia menjelaskan bahwa spesies awal Homo mungkin belum memiliki tekanan evolusi kuat untuk memendekkan lengan.
Perubahan bentuk tubuh baru terjadi seiring meningkatnya kebutuhan berlari, menggunakan alat, dan hidup lebih aktif di daratan terbuka.
"Kerangka Homo habilis justru mendukung gagasan bahwa transisi dari australopithecus menuju Homo berlangsung perlahan," ujarnya.
Perdebatan ini memiliki dampak besar terhadap pemahaman evolusi manusia. Jika Homo habilis dikeluarkan dari genus Homo, maka definisi kapan manusia pertama muncul harus ditulis ulang.
>>> Budaya Latihan Bersama Jadi Kunci Lahirnya Pembalap Motor Potensial di Yogyakarta
Temuan fosil terbaru ini juga menunjukkan bahwa sejarah evolusi manusia masih jauh dari lengkap. Setiap penemuan baru terus membuka misteri baru tentang asal usul kita.
Update Terbaru
Sound Shield: Sistem Deteksi Drone Murah Berbasis Suara dan AI Buatan Ceko
Jumat / 03-07-2026, 20:16 WIB
Biohacker Gagal Operasi Lobster untuk Kendalikan AI, Akhirnya Mati
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Roman Safiullin Kalahkan Joao Fonseca di Wimbledon, Lolos ke Babak Keempat
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Nasib Aktor China Xu Peng Berubah Drastis gegara AI, Kini Jual Sayur di Pasar
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Film G.I. Joe ala Danny McBride Dikabarkan Mulai Syuting Tahun Depan
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Apakah Konsol Generasi Baru Masih Dibutuhkan?
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Otoritas Tasmania Peringatkan Publik Jaga Jarak dari Neil si Anjing Laut
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Iran Gelar Pemakaman Enam Hari untuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Pemilihan Senat Michigan
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ohio Laporkan 177 Kasus Parasit Cyclosporiasis di 43 Wilayah
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Arus Masuk ETF Bitcoin Spot AS Tembus 200 Juta Dolar per Hari
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
Laporan Guardian Ungkap Kesenjangan Nyeri Berdasarkan Etnis, Ini Solusinya
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
ITSB Pacu Transformasi Menuju Research University, Targetkan 2.500 Mahasiswa Akhir 2026
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB
Cara Investasi Reksadana untuk Pemula 2026: Modal Mulai Rp 10.000
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB






