Meta PHK 8.000 Karyawan Global, Fokus ke AI
Meta Platforms memulai pemutusan hubungan kerja massal yang berdampak pada sekitar 8.000 karyawan di seluruh dunia.
Sebelumnya, perusahaan menginstruksikan staf untuk bekerja dari rumah pada Rabu, 20 Mei 2026.
>>> Kaspersky: 45,7% Orang Dewasa Alami Pelanggaran Digital
Kebijakan ini memangkas hampir 10 persen dari total 78.000 pekerja perusahaan teknologi tersebut.
Langkah efisiensi ini diambil seiring dengan pergeseran fokus perusahaan yang kini memprioritaskan pengembangan kecerdasan buatan atau AI.
Berdasarkan laporan Bloomberg, para pekerja di pusat regional Singapura menerima pemberitahuan pemutusan hubungan kerja melalui surat elektronik pada pukul 04.00 waktu setempat.
Proses pengiriman notifikasi dilakukan secara bertahap yang disesuaikan dengan zona waktu masing-masing wilayah.
Restrukturisasi dan Fokus pada AI
Restrukturisasi organisasi ini berimbas besar pada tim rekayasa perangkat lunak dan produk.
Selain mengurangi staf, raksasa teknologi ini juga memotong lapisan manajerial perusahaan guna menciptakan struktur kerja yang lebih efisien.
Pihak manajemen juga memutuskan untuk menutup sekitar 6.000 lowongan pekerjaan yang sebelumnya terbuka.
Di sisi lain, ribuan karyawan yang bertahan akan dialokasikan ke dalam tim-tim baru yang berfokus pada teknologi kecerdasan buatan.
Chief People Officer Meta Janelle Gale memberikan penjelasan tertulis melalui sebuah memo internal perusahaan.
>>> Haluancorp Luncurkan Robustapp, Platform ERP Berbasis Augmented Intelligence
Ia menyatakan bahwa banyak organisasi kini dapat beroperasi dengan struktur yang lebih datar dan tim yang lebih kecil.
Sebelum pengumuman resmi, kabar mengenai PHK telah bocor ke internal perusahaan sejak bulan lalu.
Situasi tersebut sempat memicu penurunan moral kerja di kalangan staf serta memunculkan penolakan terhadap alat pelacak aktivitas digital baru di internal Meta.
Update Terbaru
LiSA Rilis Vinyl Eksklusif Rayakan 15 Tahun Karier pada 26 Agustus
Minggu / 05-07-2026, 01:43 WIB
Ancelotti Akui Neymar Kecewa Minim Menit Bermain di Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Polisi Usut Pelemparan Bom Molotov ke Rumah Advokat di Ciracas
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Sand: Raiders of Sophie Tembus 300.000 Penjualan, CEO TinyBuild Bercanda soal AC
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Babak I 16 Besar Piala Dunia: Saibari Cedera, Kanada vs Maroko Imbang
Minggu / 05-07-2026, 01:29 WIB
Street Fighter 6 Season 4 Fokus pada Karakter Baru untuk Menarik Pemain Muda
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Cyberpunk 2077 Tembus 40 Juta Kopi Terjual, CD Projekt Red Puji Dukungan Jangka Panjang
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Square Enix Akui Kebiasaan Mengumumkan Game Terlalu Dini, Ubah Strategi Pemasaran
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Masa Depan Final Fantasy 14 Mobile Makin Tidak Pasti, Situs Resmi Offline Berminggu-minggu
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Film Plastik Ini Hancurkan Virus Hanya dengan Sentuhan, Kata Ahli Ini Pengubah Permainan
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Kesehatan Otak di Usia 11 Tahun Bisa Ungkap Risiko Demensia di Usia 70
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Houston Hadapi Peringatan Panas Ekstrem saat Akhir Pekan Empat Juli
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Pittsburgh Perketat Keamanan Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Linda Noskova Kalahkan Sorana Cirstea di Babak Ketiga Wimbledon
Minggu / 05-07-2026, 01:22 WIB







