Kehilangan pekerjaan tidak hanya memukul finansial, tetapi juga bisa mengguncang keutuhan keluarga. Tema ini diangkat dalam film Jepang berjudul Tokyo Sonata yang dirilis pada 2008.

Film garapan sutradara Kiyoshi Kurosawa ini mengikuti kisah Ryūhei Sasaki, seorang pria paruh baya yang tiba-tiba di-PHK akibat efisiensi perusahaan.

>>> Cyberpunk Edgerunners 2 Ungkap Lagu Tema oleh The Cure dan Watson

Namun, ia memilih menyembunyikan kenyataan itu dari istri dan kedua anaknya.

Setiap pagi, Ryūhei tetap mengenakan setelan jas dan berpura-pura berangkat kerja.

Kenyataannya, ia menghabiskan waktu mencari pekerjaan baru, mengantre bantuan makanan, atau duduk di taman bersama para pencari kerja lain.

Semakin lama rahasia itu dipendam, hubungan Ryūhei dengan keluarganya mulai merenggang. Masalah demi masalah muncul ketika masing-masing anggota keluarga menyembunyikan persoalan hidup mereka sendiri.

>>> Film Pendek Sonic the Hedgehog: Memories and Beyond Diperkenalkan di Anime Expo 2026

Fokus pada Tekanan Psikologis

Berbeda dari film bertema PHK pada umumnya, Tokyo Sonata lebih menyoroti tekanan psikologis yang dialami korban.

Rasa malu, kehilangan harga diri, dan takut dianggap gagal menjadi konflik utama tokoh utama.

Meski dirilis lebih dari satu dekade lalu, pesan film ini masih relevan. Di tengah ketidakpastian ekonomi, banyak pekerja menghadapi kekhawatiran serupa saat perusahaan melakukan efisiensi.

>>> Argentina Lolos ke 16 Besar Piala Dunia Usai Kalahkan Cape Verde Lewat Extra Time

Dengan alur sederhana namun emosional, Tokyo Sonata mengingatkan pentingnya keterbukaan dan dukungan keluarga saat menghadapi masa sulit setelah kehilangan pekerjaan.