TikTok kembali melakukan pemangkasan karyawan. Setelah Indonesia, giliran kantor pusat Eropa di Dublin, Irlandia yang terkena dampak.

Melansir Bloomberg, Kamis (02/07/2026), induk perusahaan ByteDance berencana mengurangi sekitar 300 tenaga kerja di tim layanan data AI dan operasional.

>>> Mobil Diesel Lawas Bisa Minum Solar B50? Ini Kata Pakar ITB

Juru bicara TikTok menyatakan pemangkasan ini merupakan bagian dari reorganisasi untuk memperkuat model operasional global, khususnya di bidang kepercayaan dan keamanan.

Beberapa karyawan yang terdampak akan ditawari posisi lain. Secara keseluruhan, jumlah pengurangan mencapai sekitar 300 orang.

Pemangkasan di Eropa ini menjadi rutinitas tahunan TikTok.

>>> Trailer Inggris Grow Up Show -Sunflower Circus- Rilis, Umumkan Cast dan Dub Hari yang Sama

Tahun lalu, perusahaan juga melakukan PHK dengan jumlah serupa, sekitar 10 persen dari total karyawan di kawasan tersebut.

Dublin merupakan pusat utama operasional TikTok di Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini terus mengalami pengurangan tenaga kerja.

Tak hanya TikTok, perusahaan teknologi lain seperti Meta dan Amazon juga telah lebih dulu memangkas karyawan di Dublin untuk fokus pada investasi kecerdasan buatan.

>>> Tougen Anki: Nikko Kegon Falls Arc Umumkan Pengisi Suara Brigade Oni

Sebelumnya, TikTok mengonfirmasi pemutusan hubungan kerja di Indonesia. Karyawan Tokopedia yang berada di bawah naungan TikTok dirumahkan dengan alasan restrukturisasi.