Aktivitas Matahari Bantu Bersihkan Sampah Antariksa di Orbit Bumi
Ruang angkasa di sekitar Bumi semakin padat oleh puing-puing berbahaya. Diperkirakan ada hampir 130 juta keping sampah antariksa yang mengorbit planet kita saat ini.
Ukuran puing tersebut bervariasi, mulai dari serpihan kecil hingga sisa-sisa roket besar. Keberadaan sampah ini mengancam satelit komunikasi dan relai data yang menjadi tulang punggung kehidupan digital manusia.
>>> Sony Luncurkan Reon Pocket Pro Plus, Pengatur Suhu Tubuh yang Lebih Dingin
Namun, penelitian terbaru dari India memberikan harapan baru. Studi ini mengungkap bahwa Matahari memiliki mekanisme alami yang berperan sebagai "petugas kebersihan" bagi orbit Bumi.
Mekanisme Pembersihan Alami oleh Matahari
Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa Matahari memiliki siklus aktivitas selama 11 tahun.
Saat memasuki fase maksimum surya, Matahari memancarkan energi dalam jumlah besar yang memanaskan lapisan atas atmosfer Bumi.
Pemanasan ini menyebabkan atmosfer mengembang ke arah luar. Ekspansi atmosfer menciptakan hambatan tambahan bagi benda-benda di orbit rendah Bumi (LEO).
Akibat hambatan ini, puing-puing antariksa perlahan kehilangan kecepatan dan ketinggian orbitnya. Proses berlanjut hingga sampah antariksa tertarik masuk ke atmosfer yang lebih tebal dan terbakar habis.
Ambang Batas 67 Persen: Temuan Kunci Peneliti India
Laboratorium Fisika Antariksa di India melakukan pengamatan selama 36 tahun terhadap 17 keping sampah antariksa tertentu. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh aktivitas surya terhadap penurunan orbit benda-benda tersebut.
Temuan paling signifikan adalah angka spesifik efektivitas pembersihan.
>>> Telkom Berdayakan UMKM Perempuan Lewat AI dan Perluas Akses Internet Wilayah 3T
Para peneliti menemukan bahwa laju jatuhnya sampah antariksa ke Bumi meningkat drastis ketika aktivitas Matahari mencapai ambang batas 67 persen dari puncak maksimum surya.
Update Terbaru
Gelombang Panas dan Badai Ancam Perayaan 4 Juli di AS
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
ABC Indonesia Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Lewat Program Manajemen Risiko BPOM
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Api Belum Padam, Kebakaran TPA Jatiwaringin Berstatus Tanggap Darurat
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Taylor Swift Siapkan Banyak Gaun Pengantin, Terinspirasi dari Elizabeth Taylor
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Emina Glosszilla Lip Jelly Vinyl, Lip Cream Glossy Ringan dengan Efek Bibir Plumpy
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Sah! Ojol Resmi Jadi UMKM Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Laporan Etik AS: Trump Kantongi Rp21,5 T dari Bisnis Kripto Keluarga
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Terbuka Terima Kritik
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Pasokan Air Falls Lake Tetap, Satu Pengguna Didenda Akibat Pelanggaran Air
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Anthropic Rambah Bisnis Obat, Fokus pada Penyakit Terabaikan
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Boy Arnez Banjir Tawaran Klub Luar Negeri Usai Juara AVC Cup 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Toko Buku di Apex Tutup Akibat Kenaikan Sewa 64%, Bisnis Lain Terancam
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB






