Kemendagri Dorong Perda Larangan Perang Suku di Papua Pegunungan
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong penyusunan rancangan peraturan daerah khusus (Raperdasus) dan rancangan peraturan daerah provinsi (Raperdasi) yang melarang perang suku di Papua Pegunungan.
Langkah ini diambil untuk mencegah konflik berulang di masa depan.
>>> Dinas KPKP DKI Jakarta Gencarkan Edukasi Penanganan Hewan Kurban Higienis
Pembahasan dilakukan dalam rapat koordinasi lanjutan yang dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk bersama Gubernur Papua Pegunungan John Tabo pada Minggu (17/5/2026).
Regulasi Mengikat Diperlukan
Penyusunan regulasi yang mengikat dinilai krusial agar penanganan konflik memiliki dasar hukum positif yang kuat. Selama ini penyelesaian hanya mengandalkan hukum adat setempat.
“Kita harus memiliki aturan yang mengingat supaya kejadian perang suku seperti yang terjadi saat ini tidak boleh terulang di masa depan.
Maka perlu adanya aturan yang mengikat seperti Raperdasus dan Raperdasi yang memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Ribka Haluk.
Otoritas perumusan aturan ini berada di bawah wewenang Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Pegunungan selaku lembaga kultural. Kemendagri siap mendampingi proses pembuatannya sejak tahap awal.
“Aturan Raperdasus dan Raperdasi ini harus dibuat oleh MRP, sebagai lembaga kultur, adat dan budaya masyarakat Papua secara umum dan secara khusus masyarakat Papua Pegunungan,” ujar Ribka Haluk.
Kemendagri meminta lembaga kultur tersebut segera mengambil inisiatif. Pendampingan hukum oleh pemerintah pusat baru bisa berjalan setelah ada langkah resmi dari internal organisasi.
“Kami tidak bisa mendampingi kalau MRP belum ada inisiatif untuk membuat.
Maka kami dorong untuk MRP Papua Pegunungan segera membuat Raperdasus dan Raperdasi supaya perang suku tidak boleh terjadi kembali,” kata Ribka Haluk.
Keterlibatan aktif anggota lembaga adat dinilai sangat penting dalam membantu kerja pemerintah mengatasi krisis regional. Operasional institusi mereka didanai oleh anggaran negara.
Update Terbaru
Minnesota Tutup Kantor Pemerintah dan Bank pada 4 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 00:56 WIB
Mediasi Gagal, Perkara Ijazah Jokowi Lanjut ke Persidangan
Jumat / 03-07-2026, 00:56 WIB
Menteri Keuangan: IKN Masih Sepi, Belum Cocok untuk Pusat Finansial Internasional
Jumat / 03-07-2026, 00:55 WIB
Mebius Dust Umumkan 5 Anggota Pemeran Baru
Jumat / 03-07-2026, 00:50 WIB
Persona 4 Revival Rilis Trailer Perkenalan Karakter, Siap Rilis Februari 2027
Jumat / 03-07-2026, 00:50 WIB
Street Fighter 6 Rilis Yasmine Arrives! Fighting Pass, Karakter Baru Hadir Agustus
Jumat / 03-07-2026, 00:50 WIB
Diana Shnaider Tantang Liudmila Samsonova di Babak Kedua Wimbledon
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Tour de France 2026 Dimulai di Barcelona dengan Edisi Tercepat dalam Sejarah
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Empat Anggota Keluarga Didakwa Usai 16 Anak Ditemukan di Ruangan Kumuh Ohio
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Rumor Spider-Man 5: Petualangan Baru di Level Jalanan MCU
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Attack on Titan 3 Game Rilis Musim Dingin, Trailer Perlihatkan Gameplay
Jumat / 03-07-2026, 00:46 WIB
Gubernur Florida Rekomendasikan CAIR sebagai Organisasi Teroris
Jumat / 03-07-2026, 00:46 WIB
Taylor Fritz Hadapi Patrick Kypson di Babak Kedua Wimbledon
Jumat / 03-07-2026, 00:46 WIB
Fenomena The Amazing Digital Circus: Antara Horor Eksistensial dan Harapan
Jumat / 03-07-2026, 00:44 WIB






