Kemendagri Dorong Perda Larangan Perang Suku di Papua Pegunungan
“Kami berharap pimpinan dan anggota MRP segera membuat landasan hukum Raperdasus dan Raperdasi, supaya ketika ada masalah perang antarsuku maka akan dikenakan hukum positif, tidak lagi hukum adat dan memberikan ruang kepada aparat keamanan turun tangan mengatasi permasalahan itu,” ujar Ribka Haluk.
Kondisi Keamanan Berangsur Pulih
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengonfirmasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Wamena sudah berangsur pulih.
>>> Hiu Tutul Terdampar dan Mati di Pantai Pagubugan Cilacap
Warga mulai kembali beraktivitas normal.
Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, sebanyak 300 personel Brimob Polda Papua telah diterbangkan ke wilayah tersebut pada Sabtu sore.
Mereka memperkuat unit pengamanan di lapangan.
“Sesuai arahan Pak Kapolda, sekitar 300 personel Brimob Polda Papua diterbangkan ke Wamena untuk membantu pengamanan dan memulihkan situasi kondisi di sini,” kata Perwira Penghubung Polda Papua di Papua Pegunungan Kombes Pol Andi Y Enoch.
Pihak kepolisian memastikan pemantauan visual di area konflik menunjukkan kondisi yang kondusif. Fokus kini beralih pada pemulihan sosial ekonomi warga.
“Setelah kami melakukan pemantauan langsung ke lapangan situasi kamtibmas sudah aman, dan masyarakat telah kembali melakukan aktivitas,” ujar Andi Y Enoch.
Sinergi bersama pemerintah daerah kini diarahkan untuk memulihkan seluruh aktivitas layanan publik. Warga yang sempat mengungsi juga dikembalikan ke daerah asal masing-masing.
“Kami bersama pemerintah daerah, tentu dengan bapak gubernur untuk secepatnya memulihkan kondisi daerah sehingga aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan dapat kembali seperti biasa,” kata Andi Y Enoch.
Otoritas keamanan berharap komitmen perdamaian ini dapat terjaga secara permanen. Hal ini demi menciptakan stabilitas jangka panjang bagi masyarakat di wilayah Pegunungan.
“Kami tentu dari Polda Papua berharap perang suku yang terjadi di Wamena supaya tidak terjadi lagi dan seluruh masyarakat bisa hidup dengan damai di Papua Pegunungan,” ujar Andi Y Enoch.
Kemendagri menekankan bahwa Raperdasus dan Raperdasi harus dibuat oleh MRP sebagai lembaga kultural. Pemerintah pusat baru bisa memberikan pendampingan hukum setelah ada inisiatif resmi dari MRP.
>>> Jakarta Rekayasa Lalu Lintas Jelang Maraton Internasional BTN JAKIM 2026
Keterlibatan aktif anggota lembaga adat sangat penting karena operasional mereka didanai anggaran negara. Dengan adanya landasan hukum positif, aparat keamanan dapat turun tangan menangani konflik perang antarsuku.
Update Terbaru
Donna Kelce Tiba di New York Jelang Pernikahan Taylor Swift dan Travis
Jumat / 03-07-2026, 02:16 WIB
Sisi Lain Bomber Norwegia Antonio Nusa, Ternyata Penulis Buku Best Seller
Jumat / 03-07-2026, 02:16 WIB
Momen Langka! Lionel Messi Tertawa Ngakak saat Diperiksa Petugas Bandara
Jumat / 03-07-2026, 02:16 WIB
Penjualan CT5 Sedan Lampaui Sebagian Besar Crossover Cadillac
Jumat / 03-07-2026, 02:14 WIB
CT5 Sedan Cadillac Kalahkan Penjualan Sebagian Crossover di Q2 2026
Jumat / 03-07-2026, 02:14 WIB
Tuchel Minta Orangtua Buat Surat Izin demi Anak Nonton Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 02:14 WIB
Pria di Lampung Tewas Ditembak Tetangga Gegara Undangan Khitanan
Jumat / 03-07-2026, 02:14 WIB
Pochettino Kecewa Kartu Merah Balogun Meski AS Menang Lawan Bosnia
Jumat / 03-07-2026, 02:14 WIB
Bocoran Halaman Toko Final Fantasy VII: Revelation Ungkap Ekspansi Cerita dan 9 Paket DLC
Jumat / 03-07-2026, 02:14 WIB
K-Pop Rising: Dream to Shine Diumumkan untuk Nintendo Switch, Gabungkan Rhythm Game dan Simulasi Idol
Jumat / 03-07-2026, 02:14 WIB
Gaya Parenting Putri Titian: Tegas dan Lembut Sesuai Anak
Jumat / 03-07-2026, 02:12 WIB
Daftar Film dan Acara yang Hengkang dari Netflix Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 02:11 WIB
Jadwal Lengkap Netflix Juli 2026: Enola Holmes 3, The Hawk, hingga Hannibal
Jumat / 03-07-2026, 02:11 WIB
Dua Bakteri Usus Terkait dengan Multiple Sclerosis: Haruskah Anda Khawatir?
Jumat / 03-07-2026, 02:07 WIB






