Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menegaskan pendidikan kepemimpinan tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan kompetensi administratif.

Menurutnya, pendidikan kepemimpinan harus mampu mengubah pola pikir aparatur agar lebih berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

>>> Nenek 96 Tahun Ngaku Mau Diusir dari Panti Jompo Gegara Pesta Miras

Pernyataan itu disampaikan Tomsi saat melepas peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan I Kemendagri Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (2/7).

Ia menjelaskan setiap jenjang pendidikan harus membawa perubahan cara berpikir, dari yang sektoral dan parsial menjadi strategis, sistemik, dan holistik.

Orientasi kerja juga harus bergeser dari sekadar penyelesaian tugas menjadi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

>>> Anime India Mumbai 2026 Hadirkan Sutradara Naruto Hayato Date sebagai Tamu Utama

Tomsi mengungkapkan masyarakat memiliki tujuh harapan utama terhadap pelayanan publik, yaitu cepat dan mudah, ramah, berintegritas, profesional, responsif, adil, serta menghadirkan kebijakan yang bermanfaat.

Ia mengingatkan setiap aparatur harus memiliki pegangan nilai dalam menjalankan tugas.

Kemampuan dan kesempatan yang dimiliki merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Tuhan.

>>> Trailer Ace Combat 8 Kembali ke Timeline Strangereal Jelang Rilis Oktober 2026

Acara tersebut dihadiri Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Hariyono, Deputi LAN RI Army Winarti, dan para peserta PKN Tingkat II Angkatan I.