Khutbah Jumat, 24 April 2026: Keutamaan Bulan Dzulqa’dah dan Anjuran Meningkatkan Amal Ibadah

Khutbah Jumat, 24 April 2026: Keutamaan Bulan Dzulqa’dah dan Anjuran Meningkatkan Amal Ibadah

masjid-pixabay-

Keutamaan Bulan Dzulqa’dah dan Anjuran Meningkatkan Amal Ibadah

Bulan Dzulqa’dah menjadi salah satu fase penting dalam kalender Hijriah yang sarat dengan nilai keutamaan. Pada tahun 2026, bulan ini dimulai pada 19 April, menandai masuknya salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.

Dzulqa’dah merupakan bulan ke-11 dalam penanggalan Hijriah. Dalam tradisi masyarakat Arab terdahulu, bulan ini dikenal sebagai masa berhenti dari aktivitas perjalanan jauh maupun peperangan, sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu yang disucikan.

Kedudukan Dzulqa’dah sebagai Bulan Haram



Dalam ajaran Islam, terdapat empat bulan yang memiliki keistimewaan khusus, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada periode ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa sekaligus memperbanyak amal kebaikan.

Nilai pahala atas ibadah yang dilakukan pada bulan haram diyakini berlipat ganda. Sebaliknya, setiap pelanggaran atau maksiat juga memiliki konsekuensi dosa yang lebih besar dibandingkan bulan lainnya.

Makna dan Asal-usul Penamaan

Secara etimologis, Dzulqa’dah berasal dari dua kata, yaitu “Dzul” yang bermakna pemilik, dan “Qa’dah” yang berarti duduk atau menetap. Penamaan ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab yang memilih berdiam diri dan menghentikan konflik selama bulan tersebut.


Dalam literatur klasik, bulan ini juga memiliki beberapa sebutan lain. Sebagian masyarakat Arab menyebutnya sebagai “Waranah” atau “Al-Hawa’”, sebagaimana tercantum dalam referensi kamus bahasa Arab klasik.


Berita Lainnya