Sosok Aipda Vicky, Mundur dari Polisi Usai Tangani Kasus Korupsi, Kini Jual Kopi
Perjalanan hidup Aipda Vicky Aristo Katiandagho berubah setelah memutuskan meninggalkan institusi kepolisian. Sosok yang sebelumnya menangani kasus-kasus penting kini menjalani aktivitas baru sebagai pelaku usaha kopi.
Keputusan tersebut menarik perhatian publik karena berkaitan dengan peristiwa yang terjadi saat ia masih aktif bertugas.
Mundur Usai Dimutasi Saat Tangani Kasus
Vicky sebelumnya menjabat sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus di Polres Minahasa. Ia terlibat dalam penanganan kasus dugaan korupsi yang menjadi perhatian luas.
Di tengah proses tersebut, ia menerima mutasi ke wilayah lain. Perpindahan itu terjadi ketika kasus yang ditanganinya masih berjalan.
Tak lama setelah itu, ia mengajukan pengunduran diri dari kepolisian. Pengajuan tersebut diketahui telah diajukan sebelumnya dan baru disetujui pada 2026.
Kasus yang Ditangani Jadi Sorotan
Kasus yang sedang ditangani berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan tahun 2020 di Minahasa.
Penyelidikan telah memasuki tahap penyidikan dengan pemeriksaan saksi serta pengumpulan dokumen sebagai alat bukti.
Proses tersebut juga melibatkan koordinasi dengan lembaga terkait untuk menghitung potensi kerugian negara.
Memulai Usaha Kopi di Tomohon
Setelah tidak lagi bertugas, Vicky memilih membuka usaha kedai kopi di Kota Tomohon.
Usaha tersebut mengusung konsep sederhana dengan menyajikan kopi robusta lokal khas Minahasa.
Ia menyebut aktivitas ini sebagai cara baru untuk tetap berinteraksi dengan masyarakat.
Pengalaman Lama Jadi Bekal Baru
Pengalaman selama bertugas di kepolisian tetap ia bawa dalam menjalankan usaha. Disiplin kerja diterapkan dalam pengelolaan kedai, mulai dari pemilihan bahan hingga kebersihan tempat.
Perubahan profesi ini menjadi babak baru dalam kehidupannya setelah bertahun-tahun berkecimpung di bidang penegakan hukum.
Penjelasan Soal Video Perpisahan
Sempat beredar video perpisahan yang memicu berbagai tafsir di masyarakat. Namun klarifikasi menyebutkan video tersebut dibuat sebagai bentuk kenang-kenangan menjelang masa akhir tugas.
Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa tidak ada unsur yang mendiskreditkan institusi dalam video tersebut.
Update Terbaru
Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bahasa Jawa yang Anggun dan Penuh Makna
Jumat / 24-07-2026, 16:24 WIB
Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Juli 2026, Lengkap dengan Jadwal Pencairan
Jumat / 24-07-2026, 16:24 WIB
KFA Jatuhi Sanksi Berat, Shin Tae-yong Dilarang Melatih 10 Tahun di Korea Selatan
Jumat / 24-07-2026, 16:24 WIB
Prabowo: PDIP Sebenarnya Hatinya Sama dengan Pemerintah
Jumat / 24-07-2026, 16:22 WIB
Bukan Cedera, Ini Alasan Debut Mariano Peralta Bersama Persib Tertunda
Jumat / 24-07-2026, 16:22 WIB
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 Resmi Dirilis
Jumat / 24-07-2026, 16:22 WIB
Sammy Notaslimboy Kritik Prabowo: Kuasai APBN Defisit, Malah Nuduh Londo Ireng
Jumat / 24-07-2026, 16:22 WIB
Jaksa Agung Pastikan Kasus Febrie Adriansyah Tetap Jalan, Tim 9 Masih Pimpin Pengusutan
Jumat / 24-07-2026, 16:22 WIB
BEI Awasi Saham ALKA yang Melonjak 25% dalam Sehari
Jumat / 24-07-2026, 16:21 WIB
Prabowo Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina Harga Mati
Jumat / 24-07-2026, 16:21 WIB
Prabowo Klaim Hemat Anggaran Rp300 Triliun, Dana Dialihkan ke Program MBG
Jumat / 24-07-2026, 16:19 WIB
Iran Kecam Rencana Trump Gunakan Aset Beku untuk Bayar Kerugian Selat Hormuz
Jumat / 24-07-2026, 16:19 WIB
Samsung Masih Raja HP Lipat, Apple Langsung Tempel Ketat
Jumat / 24-07-2026, 16:19 WIB
Pekan Box Office Jepang: Kingdom ke-5 Puncaki Tangga, Film Anime You, Fireworks, and Our Promise di #5
Jumat / 24-07-2026, 16:15 WIB







