Pasokan Aluminium Global Tertekan Konflik Teluk Persia, Risiko Harga Jangka Panjang Menguat
Konflik yang memanas di kawasan Teluk Persia mulai menimbulkan dampak serius terhadap rantai pasok aluminium dunia. Ketidakpastian keamanan di wilayah tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai kemampuan pasar global untuk menambah produksi logam tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
Goldman Sachs Group Inc. menilai kondisi geopolitik terbaru telah mengaburkan prospek Teluk Persia sebagai pusat ekspansi kapasitas aluminium global yang sebelumnya diproyeksikan tumbuh.
Wilayah ini saat ini berkontribusi sekitar seperlima produksi aluminium global di luar China dan selama ini dipandang sebagai lokasi strategis untuk pembangunan smelter baru karena ketersediaan energi yang kompetitif.
Ekspansi Smelter Aluminium Kini Diragukan
Kepala bersama riset ekuitas China di Goldman Sachs, Trina Chen, menjelaskan bahwa sebelumnya industri memperkirakan pembangunan lebih banyak pabrik peleburan aluminium di kawasan tersebut.
“Kami memperkirakan lebih banyak pabrik peleburan akan dibangun di sini karena keunggulan energi, dan itu akan memasok pertumbuhan permintaan global pada masa depan,” kata Chen dalam wawancara di Bloomberg TV, Kamis (2/4/2026).
Namun menurutnya, gangguan yang muncul akibat konflik membuat rencana ekspansi tersebut kini menghadapi ketidakpastian besar.
Kondisi itu berpotensi meningkatkan risiko harga aluminium tetap tinggi dalam jangka panjang.
Harga Aluminium Naik ke Level Tertinggi Empat Tahun
Pasar logam langsung merespons perkembangan tersebut. Harga aluminium di London tercatat melonjak hingga mencapai penutupan tertinggi dalam empat tahun pada Rabu (1/4/2026).
Kenaikan tersebut terjadi setelah serangan Iran memaksa salah satu produsen terbesar di kawasan, Emirates Global Aluminium, menghentikan operasi salah satu smelternya.
Situasi ini membuat pasar kembali berada pada kondisi yang mirip dengan periode setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Risiko tambahan juga muncul dari terganggunya aktivitas di Selat Hormuz yang berpotensi memperburuk distribusi bahan baku bagi industri aluminium di kawasan.
Baca juga: Pengakuan Wang Yien Soal Pernikahan Rahasia yang Berakhir dalam Setahun
Update Terbaru
Komunitas Belajar Helm Ingatkan Bahaya Modifikasi Aksesori Berlebihan
Selasa / 19-05-2026, 20:29 WIB
Awas Kena Jebakan Link Video Viral TKW Taiwan 3 Vs 1 yang Ramai Diburu di Media Sosial
Selasa / 19-05-2026, 20:25 WIB
Nubia Neo 5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Ponsel Gaming dengan Harga Terjangkau
Selasa / 19-05-2026, 20:24 WIB
Meta Uji Coba WhatsApp Plus dengan Fitur Premium Berbayar
Selasa / 19-05-2026, 20:19 WIB
Polisi Ponorogo Gunakan Kacamata Pintar untuk Tilang Pelanggar Lalu Lintas
Selasa / 19-05-2026, 20:14 WIB
Erin Ogah Damai dengan Mantan ART, Tetap Tempuh Jalur Hukum
Selasa / 19-05-2026, 20:09 WIB
Pria Diduga Preman Diamuk Warga Usai Rusak Warung dan Pukul Penjaga
Selasa / 19-05-2026, 20:07 WIB
Meta Pangkas 10 Persen Karyawan Global dalam Restrukturisasi
Selasa / 19-05-2026, 20:04 WIB
RMA Indonesia Pastikan Pengiriman Ford Mustang Ecoboost Aman dari Konflik
Selasa / 19-05-2026, 19:59 WIB
Inara Rusli Antar Starla Jenguk Anak Keempat Virgoun dan Lindi Fitriyana, Keharmonisan Keluarga Tuai Pujian
Selasa / 19-05-2026, 19:57 WIB
Pasar Mobil Bekas Solo Tawarkan Honda Brio Mulai Rp 80 Jutaan
Selasa / 19-05-2026, 19:54 WIB
Review Toyota Vios Hybrid: Responsif dan Irit, Meski Sedikit Bising
Selasa / 19-05-2026, 19:49 WIB
RedMagic Luncurkan Seri 11S Pro dengan Snapdragon 8 Elite Overclock
Selasa / 19-05-2026, 19:44 WIB
Profil Windy Novida Istri Donny Mokoginta Musisi Legendaris Indonesia yang Meninggal Dunia, Lengkap: Umur, Agama dan IG
Selasa / 19-05-2026, 19:44 WIB






