BBM Tak Naik, Beban Subsidi APBN Berpotensi Membengkak Hingga Rp100 Triliun

BBM Tak Naik, Beban Subsidi APBN Berpotensi Membengkak Hingga Rp100 Triliun

bensin-pixabay-

BBM Tak Naik, Beban Subsidi APBN Berpotensi Membengkak Hingga Rp100 Triliun

Pemerintah memperkirakan tambahan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dapat meningkat hingga Rp100 triliun. Lonjakan tersebut muncul karena pemerintah memilih menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak harga energi global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan keputusan tersebut diambil sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat saat konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak dunia naik.



Ia menyebut kebutuhan tambahan anggaran subsidi diperkirakan berada pada kisaran Rp90 triliun hingga Rp100 triliun. Angka itu belum termasuk komponen kompensasi yang juga harus dibayarkan pemerintah kepada badan usaha penyalur energi.

Anggaran Subsidi Energi Berpotensi Mendekati Rp500 Triliun

Jika tambahan tersebut terealisasi, maka total alokasi subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2026 berpotensi meningkat dari Rp381,3 triliun menjadi sekitar Rp481,3 triliun.

Dalam pagu APBN 2026, pemerintah sebelumnya menetapkan anggaran subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun dengan rincian sebagai berikut:

  • Subsidi Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT): Rp25,14 triliun
  • Subsidi LPG tabung 3 kilogram: Rp80,26 triliun
  • Subsidi listrik: Rp104,64 triliun

Tambahan beban anggaran tersebut mencerminkan tekanan fiskal yang muncul ketika harga minyak mentah dunia melampaui asumsi makro APBN.

Baca juga: Dugaan Kebocoran Gas Picu Kebakaran SPBE di Cimuning Bekasi, Belasan Warga Terluka


Berita Lainnya