Selain phishing, modus lain yang marak adalah penawaran akses grup Telegram berbayar. Akun anonim menawarkan video berdurasi tertentu dengan iming-iming harga murah.

Setelah pembayaran dilakukan, korban kerap tidak menerima konten yang dijanjikan. Ada pula yang diminta menyebarkan tautan ke sejumlah kontak sebagai syarat mendapatkan akses.

Tak hanya itu, sejumlah situs berbagi video tidak resmi juga digunakan untuk menyebarkan tautan. Iklan pop-up di dalamnya berpotensi mengandung malware atau spyware yang membahayakan perangkat.

Imbauan Resmi dan Dampak Isu

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Siber Kreasi mengingatkan masyarakat agar tidak mengklik tautan mencurigakan yang mengatasnamakan video sensitif. Warganet juga diminta memanfaatkan fitur pelaporan pada masing-masing platform.

Isu semacam ini tidak hanya berisiko terhadap keamanan digital pengguna, tetapi juga dapat merugikan pihak yang namanya dikaitkan. Reputasi dan kondisi psikologis figur publik bisa terdampak meski kebenaran kabar tersebut belum terverifikasi.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi tren viral. Tidak semua konten yang ramai dibicarakan memiliki dasar fakta, dan satu klik pada tautan tak jelas bisa membawa konsekuensi panjang.