4. Piutang Dividen

Jika anak usaha telah mengumumkan pembagian dividen namun belum membayarkan kasnya, induk usaha mencatatnya sebagai piutang dividen afiliasi.

Risiko Pemeriksaan Pajak

Akun piutang afiliasi sering menjadi fokus pemeriksaan fiskus. Otoritas pajak akan menilai apakah ada perjanjian tertulis, apakah suku bunga wajar, serta apakah transaksi benar-benar pinjaman atau justru setoran modal terselubung.

Pinjaman tanpa bunga atau tanpa jangka waktu jelas berpotensi dikoreksi menjadi tambahan penghasilan atau dividen terselubung.

Debit atau Kredit?

Dari sisi akuntansi, piutang afiliasi termasuk kelompok aset. Oleh karena itu, saldo normalnya berada di sisi debit.

  • Jika piutang bertambah, dicatat di debit.
  • Jika piutang berkurang atau dilunasi, dicatat di kredit.

Contoh sederhana: saat perusahaan memberikan pinjaman kepada anak usaha, akun Piutang Afiliasi didebit dan Kas atau Bank dikredit. Ketika pinjaman dilunasi, Kas didebit dan Piutang Afiliasi dikredit.

Dalam pelaporan, saldo piutang kepada pihak berelasi biasanya dipisahkan dari piutang pihak ketiga agar transparansi tetap terjaga, termasuk saat pengisian sistem administrasi perpajakan seperti Coretax.

Dengan demikian, piutang afiliasi bukan sekadar akun pembukuan, tetapi juga area yang memerlukan kehati-hatian dalam aspek pajak. Dokumentasi yang memadai dan penerapan prinsip kewajaran menjadi kunci agar tidak menimbulkan koreksi fiskal di kemudian hari.