Apakah Film Marty Supreme (2026) Bakal Lanjut Season 2?
Martin-Instagram-
Marty Supreme Sajikan Drama Intens Berbalut Obsesi Atlet Ping Pong
Film Marty Supreme menghadirkan kisah ambisi yang bergerak liar dan tak terduga. Berlatar New York tahun 1952, cerita berpusat pada Marty Mauser yang diperankan Timothée Chalamet, seorang pegawai toko sepatu yang memendam mimpi menjadi atlet tenis meja kelas dunia.
Sehari-hari Marty membantu bisnis milik pamannya dan dikenal piawai menarik pembeli. Kariernya bahkan menanjak hingga posisi manajer. Namun di balik pencapaian itu, ada hasrat lain yang terus mengganggu pikirannya: menaklukkan panggung kejuaraan tenis meja di Wembley, London.
Ambisi yang Mengikis Moral
Marty tak hanya menabung demi berangkat ke Inggris, tetapi juga menjalin hubungan dengan Rachel, kekasih masa kecilnya yang telah bersuami. Obsesi menjadi juara membuatnya rela melampaui batas kewajaran.
Sejak awal, ia digambarkan sebagai sosok yang nekat. Demi ongkos perjalanan, Marty mengancam rekan kerjanya dengan pistol. Keputusan impulsif itu menjadi awal rangkaian peristiwa yang semakin tak terkendali.
Setibanya di Inggris, tingkahnya kian sulit dikendalikan. Ia menciptakan kekacauan, terlibat hubungan dengan Kay Stone, dan terseret dalam situasi-situasi absurd yang berujung berdarah.
Deretan Peristiwa Tak Terduga
- Marty merampas uang dengan ancaman senjata demi tiket pesawat.
- Sebuah bathtub di hotel ambruk dan menimpa anjing penghuni lain.
- Insiden itu memicu rangkaian kekacauan yang menyeret Marty dan Rachel.
- Humor gelap tentang tragedi kamp Nazi diselipkan di tengah situasi tegang.
Peristiwa-peristiwa tersebut membangun atmosfer yang intens dan kacau. Penonton tak diberi ruang untuk menebak arah cerita karena setiap adegan seolah melompat ke situasi ekstrem berikutnya.
Bukan Sekadar Film Olahraga
Sekilas, film ini tampak seperti drama olahraga tentang perjuangan atlet. Namun tenis meja hanya menjadi latar bagi potret ambisi yang melenceng. Ritme ceritanya lebih dekat dengan film karya Josh Safdie sebelumnya, Uncut Gems, yang sama-sama penuh tekanan dan kekalutan.
Naskah yang ditulis Josh Safdie bersama Ronald Bronstein tampil liar dalam arti positif. Alurnya tak mudah ditebak dan terus mendorong karakter utama ke jurang kesialan akibat ulahnya sendiri.
Performa Kuat Timothée Chalamet
Timothée Chalamet menghadirkan Marty sebagai karakter yang menjengkelkan sekaligus memikat. Ia digambarkan egois, narsis, manipulatif, dan penuh omong besar. Sosok yang dengan mudah dicap sebagai red flag dalam kadar paling ekstrem.
Transformasi Chalamet kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu aktor muda paling menonjol saat ini. Setelah memerankan Bob Dylan dalam film biopik A Complete Unknown, ia kembali menyelami karakter kompleks dengan totalitas tinggi.
Baca juga: Pria di Bandung Terekam CCTV Aniaya Kekasih, Korban Disebut Alami Kekerasan 3 Tahun