Dalam keterangan lain, puasa juga dipahami sebagai upaya “mempersempit” jalan masuk godaan, sebagaimana penjelasan tentang setan yang menyusup dalam aliran darah anak Adam.

Selain itu, ujian iman bisa hadir dalam banyak bentuk, mulai dari lingkungan keluarga dan pergaulan, kemegahan dunia, hingga godaan hawa nafsu dan syahwat yang paling berat.

Doa Berbuka Puasa

Ketika waktu Maghrib tiba, umat Islam dianjurkan menyegerakan berbuka. Doa yang umum dibaca sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftortu. Dzahabazh zhama’u, wabtallatil ‘uruqu, wa tsabatal ajru, insyaa Allah.

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka. Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”

Bagian “dzahabazh zhama’u” dan seterusnya menandai bahwa seseorang telah berbuka atau membatalkan puasanya.

Ide Menu Berbuka

Berbuka sebaiknya diawali dengan takjil secukupnya sebelum makan utama. Menu rumahan bisa disiapkan dari bahan sederhana, termasuk aneka gorengan sebagai camilan.

Jika ingin sajian berkuah, laksa dapat menjadi pilihan karena memiliki rasa gurih dengan ciri kuah santan, dan dapat ditambah bumbu pedas sesuai selera.