Dalam kajian Ramadhan, sepuluh hari terakhir kerap disorot sebagai fase yang istimewa. Di waktu inilah umat dianjurkan memperbanyak ibadah untuk mencari Lailatul Qadar, terutama pada malam-malam ganjil.

Pengingat lain yang sering disampaikan adalah pentingnya bertawakal, yakni menyadari keterbatasan manusia dan menggantungkan hasil usaha kepada kehendak Allah.

Doa Berbuka Puasa

Saat Maghrib tiba, umat Islam dianjurkan menyegerakan berbuka dan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftortu. Dzahabazh zhama’u, wabtallatil ‘uruqu, wa tsabatal ajru, insyaa Allah.

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka. Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”

Bagian “dzahabazh zhama’u” dan seterusnya menandai bahwa seseorang telah berbuka atau membatalkan puasanya.

Ide Menu Sahur dan Berbuka

Sahur dianjurkan dengan menu yang membantu tubuh tetap bertenaga, sedangkan berbuka sebaiknya dimulai dengan takjil secukupnya sebelum makan utama.

Olahan dada ayam seperti chicken katsu dapat menjadi pilihan karena tinggi protein. Untuk menu berkuah, sop iga sapi juga kerap disajikan sebagai hidangan berbuka maupun sahur.