نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Niat Mandi Wajib

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Mandi Ramadhan

Pada dasarnya, tata cara mandi sunnah maupun mandi wajib sama.

  1. Membaca niat dalam hati.
  2. Membersihkan najis atau kotoran yang menempel pada tubuh.
  3. Berwudhu seperti hendak shalat.
  4. Menyiram kepala sebanyak tiga kali.
  5. Membasuh seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan.
  6. Memastikan air merata ke seluruh bagian tubuh tanpa ada yang terlewat.

Apakah Puasa Tetap Sah Jika Belum Mandi?

Puasa tetap sah meskipun seseorang belum mandi wajib hingga masuk waktu Subuh, asalkan niat puasa telah dilakukan sebelum fajar.

Namun mandi wajib tetap harus segera dilakukan agar dapat melaksanakan shalat Subuh.

Waktu Pelaksanaan Mandi

Mandi sunnah menyambut Ramadhan biasanya dilakukan pada malam pertama setelah Maghrib. Sementara mandi wajib dilakukan sebelum menunaikan ibadah yang mensyaratkan kesucian, seperti shalat.

Mandi juga dapat dilakukan setelah sahur atau sebelum shalat Subuh sesuai kebutuhan masing-masing.

Penutup

Memahami niat dan tata cara mandi sebelum puasa membantu umat Islam menyambut Ramadhan dengan kesiapan spiritual yang lebih baik. Kebersihan lahir dan batin menjadi bagian penting dalam menjalani ibadah di bulan penuh keberkahan.