close ads x

Niat dan Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah

Niat dan Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah

puasa-pixabay-

Menyambut bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik lahir maupun batin. Salah satu amalan yang kerap dilakukan adalah mandi sebelum memulai puasa sebagai simbol penyucian diri.

Mandi sebelum Ramadhan bukanlah syarat sah puasa bagi setiap orang. Namun dalam kondisi tertentu, mandi menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.

Hukum Mandi Sebelum Puasa Ramadhan



Secara umum, mandi sebelum puasa Ramadhan terbagi menjadi dua hukum, yakni sunnah dan wajib. Hukumnya menjadi wajib apabila seseorang berada dalam keadaan hadats besar seperti junub, selesai haid, atau nifas.

Di luar kondisi tersebut, mandi sebelum Ramadhan bersifat sunnah sebagai bentuk kesiapan menyambut bulan penuh ampunan.

Siapa yang Wajib dan Dianjurkan Mandi?

1. Orang yang Mengalami Junub

Seseorang yang berada dalam keadaan junub wajib mandi untuk melaksanakan shalat. Puasa tetap sah meskipun mandi dilakukan setelah waktu Subuh, selama niat puasa sudah dilakukan sebelum fajar.

2. Perempuan yang Selesai Haid atau Nifas


Jika masa haid atau nifas berakhir menjelang Ramadhan, maka mandi wajib dilakukan sebelum menunaikan shalat dan puasa.

3. Muslim yang Ingin Menyambut Ramadhan dalam Keadaan Suci

Bagi yang tidak memiliki hadats besar, mandi dilakukan sebagai sunnah. Sebagian ulama menganjurkan mandi pada malam pertama Ramadhan sebagai bentuk pengagungan terhadap bulan tersebut.

Keutamaan Mandi Sebelum Ramadhan

  • Membersihkan diri secara fisik dan spiritual.
  • Membantu meningkatkan kekhusyukan saat menjalankan ibadah.
  • Menunjukkan kesiapan dan kesungguhan dalam menyambut bulan suci.
  • Menghilangkan hadats besar bagi yang wajib mandi.

Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadhan

Niat cukup dihadirkan dalam hati. Melafalkannya diperbolehkan untuk membantu menghadirkan kesungguhan.

Niat Mandi Sunnah Ramadhan

نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Niat Mandi Wajib

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Mandi Ramadhan

Pada dasarnya, tata cara mandi sunnah maupun mandi wajib sama.

  1. Membaca niat dalam hati.
  2. Membersihkan najis atau kotoran yang menempel pada tubuh.
  3. Berwudhu seperti hendak shalat.
  4. Menyiram kepala sebanyak tiga kali.
  5. Membasuh seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan.
  6. Memastikan air merata ke seluruh bagian tubuh tanpa ada yang terlewat.

Apakah Puasa Tetap Sah Jika Belum Mandi?

Puasa tetap sah meskipun seseorang belum mandi wajib hingga masuk waktu Subuh, asalkan niat puasa telah dilakukan sebelum fajar.

Namun mandi wajib tetap harus segera dilakukan agar dapat melaksanakan shalat Subuh.

Waktu Pelaksanaan Mandi

Mandi sunnah menyambut Ramadhan biasanya dilakukan pada malam pertama setelah Maghrib. Sementara mandi wajib dilakukan sebelum menunaikan ibadah yang mensyaratkan kesucian, seperti shalat.

Mandi juga dapat dilakukan setelah sahur atau sebelum shalat Subuh sesuai kebutuhan masing-masing.

Penutup

Memahami niat dan tata cara mandi sebelum puasa membantu umat Islam menyambut Ramadhan dengan kesiapan spiritual yang lebih baik. Kebersihan lahir dan batin menjadi bagian penting dalam menjalani ibadah di bulan penuh keberkahan.

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya